MU Untung Rp740 Miliar, tapi Masih Punya Utang Rp29 Triliun
Manchester United mencatatkan keuntungan sebesar 32,6 juta paun atau setara Rp740 miliar dalam enam bulan, Juli-Desember 2025.
Ini kontras dengan laporan keuangan klub dalam satu tahun sebelumnya, musim 2024/2025. Pada musim tersebut The Red Devils mencatatkan kerugian 3,9 juta paun atau setara Rp88 miliar.
Hanya saja, dalam periode enam bulan yang sama Man Utd melakukan kredit atau berutang yang juga tidak kecil. Man Utd tercatat memiliki kredit 25 juta paun atau setara Rp567 miliar.
Hingga akhir 2025, kredit Man Utd sebesar 295,7 juta paun atar setara Rp6,7 triliun. Ditambah utang warisan akuisisi keluarga Glazers, utang Man Utd mencapai 1,29129 miliar paun atau Rp29 triliun.
Dengan pemasukan ini, Man Utd bisa melakukan pembayaran utang hingga 13,9 juta paun atau setara Rp315 miliar. Jumlah pembayaran ini lebih kecil dibanding tahun sebelumnya.
Pengetatan keuangan yang dilakukan Jim Ratcliffe begitu menguasai saham Man Utd, dua tahun lalu, berdampak cukup signifikan. Namun banyak pihak terdampak kebijakan tersebut.
Sebanyak 450 karyawan telah dirumahkan oleh Man Utd. Selain itu, banyak fasilitas bagi staf, termasuk kantin staf yang dibiayai perusahaan, telah dihapus peruntukannya.
Dilansir dari The Telegraph, Man Utd masih akan kesulitan keuangan pada 2026 ini. Pasalnya tidak ada sumber pemasukan yang besar karena tidak tampil di pentas Eropa.
Belum diketahui pula seperti apa dan bagaimana rencana pembiayaan stadion baru Man Utd. Dalam laporan keuangan tersebut tidak disebutkan pula soal biaya kompensasi kepada Ruben Amorim.
(abs/ptr)