Erick Ancam Hukum Seumur Hidup Pelatih Terduga Pelecehan Seksual

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 17:50 WIB
Menpora RI Erick Thohir mengancam pelatih panjat tebing Hendra Basir yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap atlet dengan hukuman berat.
Menpora RI Erick Thohir siap hukum berat pelaku pelecehan terhadap atlet. (CNN Indonesia/Abdul Susila)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menpora RI Erick Thohir mengancam pelatih panjat tebing Hendra Basir, yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap atlet panjat tebing, dengan hukuman larangan seumur hidup dari dunia olahraga.

Pernyataan ini disampaikan Erick usai menyeruak kabar dugaan pelecehan seksual di lingkungan Pelatnas Panjat Tebing Indonesia. Erick memandang tindakan itu sebagai hal yang tak pantas ada di olahraga.

"Apabila terbukti, kami akan memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Termasuk sanksi larangan seumur hidup dari dunia olahraga," kata Erick di Instagram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erick mengecam pelecehan seksual apapun bentuknya. Terlebih untuk atlet Indonesia, Erick Thohir siap ikut membantu.

"Kami selaku Kemenpora mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet Indonesia," ujarnya.

Erick memastikan pihaknya berada di garis depan untuk berpihak kepada korban. Dalam hal ini, Kemenpora sudah mengirim pendamping hukum dan psikolog untuk membantu penyelesaian masalah.

"Kami berempati dan berada di garda terdepan untuk memberikan dukungan penuh kepada atlet yang menjadi korban. Kemenpora siap memberikan pendampingan hukum serta dukungan psikologis untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik," ujar Erick.

[Gambas:Instagram]

Sebelumnya, FPTI menonaktifkan pelatih Hendra Basir buntut dugaan pelecehan seksual. Saat ini pihak federasi masih melakukan investigasi.

Belakangan, Hendra Basir membantah tuduhan itu. Ia menyebut tudingan sebagai pelaku kekerasan dan pelecehan seksual terhadap lima atlet putra dan tiga atlet putri sebagai fitnah.

"Pada intinya, kalau dugaan kekerasan dan pelecehan, saya tidak tahu konteksnya seperti apa, karena sampai detik ini belum ada klarifikasi dari federasi," kata Hendra kepada CNN Indonesia, Rabu (25/2).

"Yang membuat drop ini kan, tindakan pelecehan seksual. Itu yang saya sampai saat ini tidak habis pikir. Tindakan ini di-framing-nya seakan-akan ada ajakan hal-hal aneh atau mesum. Itu fitnah," ia menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/ikw/rhr)