Federasi Iran Ragu Tampil Piala Dunia 2026 usai Dibombardir AS-Israel

CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 09:32 WIB
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengaku ragu bakal tampil di Piala Dunia 2026 setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke negara mereka.
Timnas Iran diragukan bermain di Piala Dunia 2026 usai perang dengan AS dan Israel. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengaku ragu bakal tampil di Piala Dunia 2026 setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke negara mereka.

Piala Dunia 2026 akan berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. Namun kurang dari empat bulan menuju turnamen besar itu, perang yang melibatkan AS dan Iran terjadi.

Dikutip dari ESPN, Presiden FFIRI Mehdi Taj tidak tahu apakan timnas Iran akan bermain di Piala Dunia 2026 atau tidak usai pemboman AS dan Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang pasti adalah setelah serangan ini, kita tidak bisa berharap untuk menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan," kata Mehdi Taj kepada portal olahraga Varzesh3 saat Iran saling melancarkan serangan ke Israel.

Di Piala Dunia 2026, Iran tergabung ke dalam Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. FIFA sendiri masih memantau situasi perang antara Iran, AS, dan Israel.

"Saya membaca berita dengan cara yang sama seperti Anda pagi ini. Kami mengadakan pertemuan hari ini dan akan terlalu dini untuk mengomentari hal itu secara detail," kata Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom dikutip dari Independent.

"Tetapi tentu saja kami akan memantau perkembangan seputar semua masalah di seluruh dunia," ucap Grafstrom menambahkan.

Grafstrom mengatakan pihaknya belum bisa bicara banyak soal situasi baru-baru ini. Meski begitu FIFA akan menggaransi seluruh peserta bertanding dalam keadaan aman. Iran sendiri termasuk negara yang warganya dilarang berkunjung ke AS oleh Presiden Donald Trump, terkecuali skuad tim nasional mereka.

"Kami telah melakukan pengundian babak final di Washington di mana semua tim berpartisipasi, dan fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi."

"Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah [tuan rumah] seperti yang selalu kami lakukan dalam situasi apa pun. Semua orang akan aman," ujar Grafstrom.

[Gambas:Video CNN]

(sry/sry)