Persib Persija Borneo Mulai Kena Mental di Perburuan Gelar Juara Liga
Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Borneo FC mulai mulai kena mental dalam perburuan gelar juara Super League musim ini.
Saat ini Persib masih memimpin klasemen sementara liga dengan 54 poin dari 23 pertandingan, disusul Persija dengan 51 poin dari 24 laga di peringkat kedua.
Adapun Borneo berada di posisi ketiga dengan 50 poin dari 23 laga. Borneo berpotensi menyalip Persija jika bisa mengalahkan Bandung di kandang dalam laga tunda.
Tim lainnya, seperti Malut United dan Persebaya, secara matematika memang masih punya peluang, tetapi poinnya di bawah 50. Dengan sisa laga musim ini, peluang sangat berat bagi tim-tim ini.
Secara psikologis, Persib dan Persebaya tampak lebih tegang pada akhir musim ini. Pelatih Persib Bojan Hodak dan pelatih Persija Mauricio Souza kini sering marah-marah.
Hal demikian tidak dialami pelatih Borneo, Fabio Lafundes. Hal ini membuat Lafundes percaya diri timnya bisa membuat kejutan di akhir musim, meski banyak pihak tidak percaya.
"Kami ingin juara. Itu yang kami lakukan dari awal dan sedang kami lakukan. Semua yang kami ciptakan di Borneo sejak awal sudah luar biasa," kata Lafundes pada Selasa (3/3) malam.
"Saya melihat banyak orang belum percaya pada Borneo FC bisa juara, tetapi tidak apa-apa. Kami tidak peduli itu. Kami akan kerja sama-sama, solid hingga akhir musim."
Lafundes juga menyebut Borneo unggul dari Persija pada musim ini. Borneo menang di kandang dan imbang saat tandang. Ini indikasi bahwa Borneo akan lebih baik dari Persija.
Kini hanya tinggal Persib yang menjadi penghalang. Karena di pertemuan pertama Persib menang di kandang, Borneo ingin balas dendam di kandang setelah laga melawan Persebaya.
Sementara Souza seperti sudah habis pikir. Ia frustrasi dengan performa tim dalam perburuan gelar juara musim ini. Seperti ada mentalitas yang menurun saat sedang unggul.
"Jangan tanya sama saya, saya tidak tahu kenapa tapi tim kami setelah mencetak gol itu mulai tidak fokus. Setelah 1-1, kami baru dapat mengontrol pertandingan lagi," kata Mauricio.
Hodak pun demikian, setelah bermain imbang dengan Persebaya, Hodak erupsi saat jumpa pers. Ia hanya sedikit bicara soal wasit dan kemudian pergi meninggalkan sesi jumpa pers.
"Jika saya tidak membicarakan wasit, tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan. Jadi, karena alasan ini, saya tidak akan memberi penjelasan karena saya akan dikenai sanksi," ucap Hodak dan pergi.
Psikologis tim yang sedang bersaing ketat meraih gelar juara memang tidak mudah. Pada satu sisi ada harapan dari manajemen, pada sisi lainnya suporter juga menuntut gelar.
Lantas siapakah yang akan meraih gelar juara musim ini? Niscaya gelar tersebut akan jatuh kepada tim yang tetap tenang dan solid menghadapi laga demi laga di akhir musim ini.
(abs/nva)