Galar Ubah Gaya Diktator Hendra di Speed Panjat Tebing FPTI
Pelatih baru panjat tebing kategori speed FPTI, Galar Pandu Asmoro, akan mengubah sisi diktator Hendra Basir yang telah bertahan lama.
Galar mengatakan, dari informasi yang yang ia dapat, Hendra punya kekuatan besar di FPTI. Tidak hanya kepada atlet, semua pihak disebut tunduk dengan gaya kepelatihan Hendra.
"Bisa dibilang pelatih lama ini bener-bener punya power. Jangankan hanya ke atlet, ke semua aja dia pegang kendali. Dan sepengetahuan saya, atlet itu hanya patuh dan dengar sama satu orang [pelatih]."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sekarang yang kami bangun adalah atlet punya peran. Mereka juga punya suara. Jadi mereka bisa bersuara jika ada yang tidak cocok atau keluh kesah," kata Galar, Rabu (4/3).
Sebelum ini Galar melatih FPTI Jawa Timur. Ia ingin atlet merasa aman dengan kehadirannya. Pada saat yang sama, pola disiplin juga tetap diterapkan untuk menjaga program latihan.
"Saya ingin ubah pola itu agar lebih aman, nyaman, dan bahagia. Harus ada saling percaya di antara kami [pelatih dan atlet], tapi kedisiplinan itu tetap karena ada aturan main," ujarnya.
Peraturan sehari-hari di lingkungan pelatihan nasional FPTI sudah disusun. Peraih medali emas nomor speed SEA Games 2011 itu menyebut sudah ada kata sepakat soal poin-poin kedisiplinan.
"Kami sudah buat aturan yang disepakati bersama. Tentu aturan itu bertujuan positif," ucap pria yang sudah menekuni dunia panjat tebing sejak masih sekolah ini.
Contoh kedisiplinan yang perlu dipatuhi atlet adalah jam makan. Selain itu, atlet juga wajib mengumpulkan telepon seluler mereka pada pukul 21.00. Telepon baru dibagikan pukul 05.00.
"Untuk makanan saya izinkan atlet, juga kadang-kadang, untuk pesan online. Selama menu yang dia pesan itu sesuai dengan standar nutrisinya, saya berusaha adaptif," katanya.
FPTI mengumumkan susunan pelatih dan atlet pelatihan nasional di Bekasi, Rabu (4/3). Galar diberi tanggungjawab menangani nomor speed yang jadi andalan panjat tebing Indonesia.
(abs/ikw/nva)