APPI Siapkan Pendampingan Hukum untuk Pemain Korban Rasialisme

CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 00:10 WIB
Presiden APPI, Hanif Sjahbandi siap mendampingi pemain yang jadi korban rasialisme. (CNNIndonesia.com/Muhammad Ikhwanuddin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) Hanif Sjahbandi menyatakan pihaknya siap menyediakan pendampingan hukum dan psikolog untuk korban rasialisme di kompetisi Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Hanif usai kembali mencuat kabar tak sedap dari sepak bola Indonesia. Dua pemain muda, Mikael Alfredo Tata (Persebaya) dan Kakang Rudianto (Persib) jadi sasaran komentar rasialis selepas laga Persebaya vs Persib di Stadion Geloda Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3).

"Kami langsung berkomunikasi dengan pemainnya sendiri ingin seperti apa. Kami posisinya memberi layanan pendampingan [hukum dan psikolog]. Kalau memang ingin lanjut diproses [hukum] bisa kami dampingi," kata Hanif di Jakarta, Kamis (5/3).

Hanif menyampaikan pendampingan kepada pemain merupakan tanggungjawab APPI sebagai payung bagi pesepakbola guna menciptakan rasa aman. Tak hanya di atas rumput, Hanif juga ingin pemain hidup tenang di luar arena.

"Kami memberi benefit. Tinggal pemainnya mau atau tidak. Kalau pemain butuh pendampingan psikolog juga akan kami wadahi," ujarnya.

Sebelumnya manajemen Persebaya menyatakan sudah membuat laporan resmi kepada APPI ihwal komentar rasialis terhadap Mikael Tata. Surat juga dilayangkan kepada I.League selaku operator kompetisi.

"Sepak bola bukan hanya adu strategi dan gengsi di atas lapangan. Ia adalah tempat untuk saling mengenal dan bertemu antar sesama, pemain, official, pelatih, juga sesama pencinta sepak bola. Tempat di mana perbedaan latar belakang, warna kulit, maupun identitas, tak pernah menjadi alasan untuk direndahkan," tulis Persebaya di Instagram.

"Saat ini, defender Persebaya Mikael Alfredo Tata mengalami deraan rasisme yang bertubi-tubi. Manajemen sudah melakukan pelaporan kepada APPI dan I League untuk penanganan lebih lanjut," lanjut mereka.

(ikw/jal)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK