PBSI Minta Maaf Usai Indonesia Tak Juara di All England 2026

CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2026 18:23 WIB
Raymond/Joaquin tampil di All England 2026. (Arsip PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

PBSI meminta maaf usai Indonesia tanpa gelar di All England 2026 yang berakhir Minggu (8/3).

"Kami memahami bahwa harapan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis sangat besar, terlebih di turnamen seperti All England. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang terus diberikan kepada tim bulutangkis Indonesia," kata Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dalam rilis PBSI.

Eng Hian juga menyampaikan bahwa secara umum terdapat dua hal yang menjadi perhatian dari hasil tim Indonesia di All England 2026.

"Secara umum kami melihat ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Mereka mampu tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England. Ini menjadi indikator bahwa proses regenerasi berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi," kata Eng Hian dikutip dari rilis PBSI.

Eng Hian juga menyampaikan bahwa PBSI memberikan apresiasi kepada ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang berhasil melangkah hingga ke semifinal sebelum kalah dari wakil Korea Kim Won Ho/Seo Seung Jae yang akhirnya menjadi juara.

"Apresiasi khusus tentu kami berikan kepada Raymond Indra/Joaquin yang berhasil melangkah hingga babak semifinal. Dalam perjalanannya mereka mampu mengalahkan pasangan unggulan kelima dan unggulan ketiga. Bahkan ketika menghadapi pasangan nomor satu dunia sekaligus juara bertahan di semifinal, mereka tetap mampu memberikan perlawanan yang sangat baik. Penampilan seperti ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi dan kualitas untuk terus berkembang ke depan," ucap Eng Hian.

Namun, Eng Hian pun menyadari bahwa target satu gelar juara All England belum mampu dicapai oleh tim Indonesia.

"Namun di sisi lain, kami juga harus mengakui bahwa target yang kami tetapkan, yaitu meraih satu gelar di All England, belum dapat tercapai. Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi kami, dari sisi strategi pertandingan hingga konsistensi performa di fase-fase krusial," ucap Eng Hian.

PBSI pun berencana untuk mencari metode pembinaan yang lebih efektif agar potensi atlet bisa meningkat maksimal.

"Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar. PBSI akan terus berupaya mencari metode pembinaan yang semakin efektif agar potensi para atlet dapat berkembang secara optimal dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi." kata Eng Hian.

Setelah All England, tim Indonesia akan melanjutkan rangkaian turnamen di Eropa dengan mengikuti Swiss Open yang menjadi bagian dari kalender BWF World Tour.

(rhr/rhr/abs)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK