KONI Ikut Buka Suara, Kecam Pelaku Pelecehan Seksual di Olahraga

CNN Indonesia
Rabu, 11 Mar 2026 18:27 WIB
Ketua KONI, Marciano Norman mengecam pelecehan seksual yang terjadi di lingkup olahraga nasional. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman mengecam pelaku pelecehan seksual di lingkup olahraga nasional.

Pernyataan itu disampaikan Marciano usai atlet kickboxing asal Jawa Timur, Viona Amalia Adinda Putri angkat bicara soal pelecehan seksual yang dialaminya.

"Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya mengecam tindakan pelecehan seksual dalam olahraga prestasi. Tujuan kita sebagai masyarakat olahraga prestasi itu mulia, yaitu mengantar atlet meraih prestasi, membuat bendera Merah Putih dikibarkan dengan diiringi berkumandangnya lagu Indonesia Raya. Kita Patriot Olahraga Indonesia, di kepala kita hanya ada Merah Putih dan prestasi," kata Marciano dalam keterangan resmi, Rabu (11/3).

Viona Amalia Adinda Putri memberanikan diri mengungkapkan kasus pelecehan yang menimpanya. Laporan resmi telah diserahkan ke pihak kepolisian pada Januari 2025. Memasuki Februari, inisial WPC yang merupakan Ketua Pengurus Provinsi Kick Boxing Indonesia (KBI) Jawa Timur sekaligus pelatih ditetapkan sebagai tersangka.

Viona merupakan peraih emas PON XXI/2024 Aceh-Sumut dan juara female striking MMA Global Association of Mixed Martial Arts (GAMMA) World Mixed Martial Arts Championships 2023 di Bangkok, Thailand.

Menanggapi situasi yang berat bagi korban, Marciano meminta seluruh federasi cabang olahraga di Indonesia untuk meningkatkan perhatian terhadap risiko pelecehan seksual di lingkungan masing-masing asosiasi.

"Saya menghimbau, seluruh organisasi anggota KONI Pusat, 38 KONI Provinsi, KONI IKN, 81 Induk Cabang Olahraga beserta anggotanya, 6 organisasi fungsional, agar memberikan atensi serius untuk memastikan tidak ada kasus pelecehan seksual yang terjadi di Tanah Air," ujarnya.

Adapun selain melakukan tindakan pencegahan, organisasi anggota KONI Pusat juga diharapkan memberikan penanganan.

"Kita harus menjunjung sportivitas, menghargai satu sama lain dan taat pada aturan yang berlaku," lanjut Marciano Norman.

"Atlet, pelatih dan ofisial adalah Patriot Olahraga Indonesia yang harus dilindungi. Olahraga prestasi bukan tempat untuk pelecehan seksual. Apabila terbukti terjadi, sanksi tegas harus diberikan sesuai peraturan yang berlaku agar ke depan, hal tersebut tidak terulang," jelas Marciano.

(ikw/jal)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK