Respons AFC Soal Pemain Naturalisasi Bermasalah Main di Liga Malaysia
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan respons soal pengesahan empat pemain naturalisasi Malaysia yang bermasalah sebagai pemain lokal dan bisa bermain di Liga Malaysia.
Baru-baru ini Malaysian Football League (MFL) selaku operator Liga Malaysia menyatakan pendaftaran empat pemain naturalisasi sebagai pemain lokal sesuai dengan peraturan kompetisi.
Keempat pemain naturalisasi itu adalah: Gabriel Palmero di klub Kuching City, serta Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel di Johor Darul Ta'zim (JDT).
Empat pemain tersebut merupakan bagian dari tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang sedang dihukum FIFA karena dokumen palsu.
MFL menyatakan Palmero, Figueiredo, Irazabal, dan Hevel telah menyelesaikan proses pendaftaran menggunakan surat identitas yang sah menurut Departemen Pendaftaran Nasional atau badan yang bertanggung jawab atas catatan kependudukan di Malaysia.
Mendapatkan informasi tersebut, AFC tidak mempersoalkan keputusan MFL. Menurut Sekretaris Jenderal AFC, Windsor John Paul, MFL melakukan semuanya sesuai aturan.
"Dari pihak AFC, kami menerima keputusan MFL karena sesuai dengan Peraturan Kompetisi M-League. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan pasal-pasal kompetisi, jadi seharusnya tidak ada masalah," kata Windsor dikutip dari New Straits Times.
Windsor juga menjelaskan, peraturan tersebut sudah diketahui semua pihak dan dikomunikasikan dengan klub Liga Malaysia.
"Bahkan, peraturan tersebut juga telah dikomunikasikan kepada semua klub yang berkompetisi di M-League, sehingga semua pihak sudah mengetahui peraturan tersebut," ucap Windsor dilansir dari Bharian.
Kendati begitu MFL mengakui keempat pemain tersebut sedang menjalani larangan bermain dalam pertandingan resmi selama 12 bulan sesuai dengan keputusan FIFA karena pemalsuan dokumen.
(sry/jal)