Pesan Haru Andalan Senegal Usai Gelar Piala Afrika 2025 Dicabut

CNN Indonesia
Rabu, 18 Mar 2026 23:51 WIB
Penggawa timnas Senegal, Idrissa Gueye menyampaikan pesan menyentuh setelah gelar Piala Afrika 2025 yang diraih dicabut.
Gelar juara Senegal di Piala Afrika 2025 dicabut. (AFP/PAUL ELLIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penggawa timnas Senegal, Idrissa Gueye menyampaikan pesan menyentuh setelah gelar Piala Afrika 2025 yang diraih dicabut.

Pemain klub Liga Inggris, Everton itu mengatakan bahwa gelar juara dan trofi merupakan sementara, yang terpenting adalah nilai kemanusiaan yang bisa ditunjukkan dalam sepak bola.

"Gelar, trofi, medali...semua itu hanyalah sementara. Yang terpenting dari semua ini adalah suporter bisa pulang ke rumah, dan kembali ke keluarganya," tulis Gueye dalam unggahannya di story Instagram, Rabu (18/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memberikan gelar juara Piala Afrika 2025 kepada tim nasional Maroko setelah Senegal, yang mengalahkan mereka di final, dinyatakan melanggar aturan.

Maroko ditetapkan sebagai juara setelah Senegal dinyatakan bersalah menyusul aksiwalk outatau meninggalkan lapangan yang dilakukan tim Senegal sebagai bentuk protes dalam laga final yang digelar 18 Januari 2026 di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat. Akibatnya, Maroko dinyatakan menang 3-0.

Gueye menyinggung kejadian yang terjadi di Rabat sebagai sebuah momen yang tidak akan pernah dilupakannya karena ada latar belakang yang menyebabkan keputusan WO tersebut.

"Kami tahu apa yang kami alami malam itu di Rabat. Dan itu, tidak akan pernah bisa dilupakan oleh kami, insyaallah," tulisnya.

Sekjen Federasi Sepak Bola Senegal, Abdoulaye Seydou mengatakan akan menempuh jalur hukum atas keputusan yang diambil oleh CAF.

"Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Hukum ada di pihak kami. Perjuangan masih jauh dari selesai, Senegal akan membela hak-haknya sampai akhir," kata Seydou.

[Gambas:Video CNN]

(jal) Add as a preferred
source on Google