Bos VR46 Murka, Minta Marquez Disanksi usai Tabrak Jatuh Giannantonio

CNN Indonesia
Minggu, 29 Mar 2026 05:40 WIB
Marc Marquez menyenggol Fabio di Giannantonio sehingga terjatuh dalam sprint race GP Amerika 2026. (IMAGN IMAGES via Reuters Connect/Jerome Miron)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bos VR46 Ducati, Pablo Nieto, murka dengan aksi Marc Marquez saat Sprint Race GP Amerika 2026 dan meminta sang juara bertahan disanksi.

Ini disampaikan Nieto setelah Marquez menyenggol Giannantonio pada lap kedua GP Amerika 2026 di Sirkuit Amerika, Austin pada Sabtu (28/3) atau Minggu (29/3) dini hari WIB.

"Ketika Anda melewatkan satu balapan seperti ini, karena aksi menyalip seperti itu, kami tidak begitu setuju [dengan] gerakan ini," kata Nieto seusai sprint race, dilansir dari Crash

"Tetapi, kami akan melihat apa yang dilakukan Race Direction karena menurut saya penting untuk mengatakan bahwa gerakan semacam itu, Anda tidak bisa melakukannya."

Marquez memulai balapan dari grid keenam dan bisa berada di grid keempat pada lap pertama. Di depan Marquez ada Francesco Bagnaia, Pedro Acosta, dan Giannantonio.

Pada tikungan ke-12, Marquez mencoba menyalip Giannantonio yang memulai balapan dari posisi pole. Saat menyalip itu Marquez kehilangan kendali ban depan hingga menyenggol Giannantonio. 

Keduanya lantas jatuh bersamaan. Tak pakai lama, keduanya bangkit dan melanjutkan balapan. Nahas, Giannantonio tidak bisa menyelesaikan sprint race, sedang Marquez sampai selesai.

Dalam pandangan Nieto, yang dilakukan Marquez merugikan Giannantonio. Tindakan pembalap asal Spanyol tersebut tidak bisa dibenarkan sehingga meminta ada sanksi.

"Saya harap begitu," kata Nieto saat ditanya apakah menurutnya Marquez pantas mendapatkan penalti dalam balapan GP Amerika pada Minggu (29/3) malam WIB tersebut.

Sebelumnya, dalam seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand, Marquez juga mendapat penalti. Itu terjadi setelah gerakan kontroversial dalam sprint race yang melibatkan Acosta. 

(abs)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK