Perlukah Timnas Indonesia Turunkan 7 Bek Lagi Lawan Bulgaria?
Timnas Indonesia akan menghadapi Bulgaria pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/3) malam. Jelang laga laga tersebut muncul satu pertanyaan menarik yaitu apakah pelatih Timnas Indonesia John Herdman perlu kembali menurunkan banyak pemain bertahan seperti di laga sebelumnya?
Saat menghadapi Saint Kitts and Nevis di semifinal FIFA Series pada Jumat (27/3), Herdman memang membuat kejutan dengan memainkan tujuh pemain yang berposisi asli sebagai bek.
Mereka adalah Kevin Diks, Jay Idzes, Jordi Amat, Rizky Ridho, Calvin Verdonk, Elkan Baggott, dan Dony Tri Pamungkas.
Namun secara skema di lapangan, Indonesia tetap bermain dengan empat bek sejajar, yakni Rizky Ridho, Jay Idzes, Elkan Baggott, dan Dony Tri Pamungkas tapi bisa bertransformasi jadi tiga bek yaitu Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Elkan Baggott.
Sementara itu, Jordi Amat dan Calvin Verdonk digeser ke peran gelandang bertahan, sedangkan Kevin Diks beroperasi di sisi sayap kanan.
Strategi ini terbukti efektif. Lini pertahanan Indonesia tampil solid dan mampu meredam serangan lawan. Di sisi lain, skema tersebut juga memberi ruang bagi Indonesia untuk mengandalkan serangan balik cepat dan umpan-umpan direct ke lini depan.
Lalu, apakah pendekatan serupa perlu diterapkan saat melawan Bulgaria? Bisa iya, tapi harus dengan penyesuaian.
Bulgaria kemungkinan memiliki kualitas dan organisasi permainan yang lebih baik dibanding Saint Kitts and Nevis. Artinya, pendekatan terlalu defensif berisiko membuat Indonesia kehilangan kontrol permainan, terutama di lini tengah.
Herdman tetap bisa mempertahankan struktur "bek rasa gelandang" untuk menjaga keseimbangan tim. Mungkin Calvin Verdonk bisa dipertahankan sebagai starter sebagai bek rasa gelandang atau gelandang rasa bek. Pemain Lille ini bisa didampingi pemain berposisi gelandang asli yaitu Joey Pelupessy.
Kombinasi ini lebih fleksibel dan akan memberi Indonesia stabilitas tanpa mengorbankan kreativitas serangan.
Selain itu, kunci utamanya juga ada pada transisi. Jika Indonesia mampu bertahan rapat sekaligus cepat beralih ke menyerang dengan baik, peluang untuk meraih hasil positif atas Bulgaria tetap terbuka.
(rhr/rhr/sry)