Atap Stadion Indomilk Persita Rusak Parah Diterjang Puting Beliung
Persita Tangerang mencari stadion alternatif untuk lawan Arema FC dalam lanjutan Super League usai atap Indomilk Arena mengalami kerusakan parah akibat badai yang terjadi di wilayah tersebut pada Senin (30/3).
Hujan deras disertai petir terjadi di wilayah Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, dan sekitarnya. Lokasi Stadion Indomilk Arena sendiri berada di Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua.
Dalam sejumlah video yang tersebar di media sosial, hujan deras disertai angin kencang di wilayah tersebut membuat sejumlah fasilitas rusak, termasuk atap bangunan.
Atap Stadion Indomilk Arena jadi salah satu yang terdampak karena badai tersebut. Menurut laporan panita pelaksana (panpel) pertandingan Persita Tangerang, kerusakan paling parah terjadi pada atap tribune VIP dan VVIP Barat stadion itu.
Angin kencang yang terjadi di dalam stadion bahkan bisa menggulingkan bench ofisial hingga tenda lorong ke kamar ganti. Atap kantor yang bermarkas di Indomilk Arena juga hancur.
Pada beberapa titik, terlihat plafon di dalam stadion itu ambruk karena kebocoran yang terjadi akibat hujan deras tersebut.
"Terkait stadion memang di tribune barat atau VIP Barat semua atapnya terbang, sebagian robek mungkin 3/4 atau 75 hingga 80 persen sudah tidak ada atapnya di tribune barat itu," kata Chairman LOC Persita, M. Tommy Kurniawan, kepada CNNIndonesia.com.
Persita sendiri baru akan menggunakan Indomilk Arena untuk laga kandang saat menjamu Arema FC pada laga pekan ke-29 Super League 2025/2026, 10 April mendatang. Setelah jeda puasa dan Idulfitri, Persita melakoni pertandingan tandang melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (4/4).
Mengenai kepastian Indomilk Arena untuk venue duel Persita vs Arema, pihak panpel akan menunggu survei dari I.League dan PSSI.
"Kita masih nunggu hasil survei pihak Liga atau PSSI, apakah masih layak untuk dipakai buat tanggal 10 April lawan Arema atau tidak. Kalau dipakai juga takutnya untuk penonton akan membahayakan, karena banyak besi-besi yang terlepas. Tadi juga ada besi yg terlempar kena mobil yang ada di stadion," ucap Tommy.
"Kalau menurut saya, agak riskan untuk mengadakan pertandingan, karena di beberapa bagian harus ada perbaikan atau pembersihan imbas puting beliung. Untuk pembersihan sendiri bisa memakan waktu dua hingga tiga minggu, sedangkan untuk perbaikan bisa sampai dua bulan karena harus menggantikan membran atap."
Meski begitu Persita sudah mulai mencari stadion alternatif untuk laga melawan Singo Edan. Pendekar Cisadane membidik Stadion Internasional Banten (BIS) hingga Pakansari Cibinong.
Stadion BIS jadi venue yang dianggap relevan lantaran memiliki jadwal penggunaan yang 'bersahabat' dengan klub lain yang juga memakai markas Dewa United itu.
"Untuk stadion alternatf kami sudah menghubungi pengelola Stadion BIS, lalu Pakansari, tapi kemungkinan ke Banten. Di sana lebih mendekati, karena tidak bentrok dengan jadwal, hanya Adyaksa FC, klub lain yang pakai di sana," tutur Tommy.
(sry/nva)