Alasan PSSI Pilih Prancis untuk Poles Sepak Bola Putri Indonesia

CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2026 23:46 WIB
PSSI bekerja sama dengan FFF untuk pengembangan sepak bola putri Indonesia melalui program "Next Goal". Sebanyak 28 delegasi akan dikirim ke Clairefontaine.
PSSI dan FFF jalin kerja sama pengembangan sepak bola putri. (CNNIndonesia/Askar Fatih Robbani))
Jakarta, CNN Indonesia --

PSSI menggandeng Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) sebagai mitra pengembangan sepak bola putri Indonesia melalui sebuah program kerja sama bertajuk "Next Goal".

Kerja sama ini melibatkan tiga pihak, yakni PSSI, FFF, dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia. Program tersebut akan mengirimkan pesepakbola putri Indonesia ke Clairefontaine, fasilitas latihan ternama di Prancis Utara yang telah menjadi tempat tempaan banyak pemain sebelum menjelma menjadi bintang dunia.

PSSI akan memberangkatkan 28 delegasi ke Clairefontaine, terdiri dari 20 pemain yang di antaranya merupakan penggawa Timnas Putri U-17 dan 8 ofisial termasuk pelatih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski turut berangkat, pelatih Timnas Putri U-17, Timo Scheunemann tidak akan melatih secara langsung karena para pemain akan diasuh pelatih asal Prancis.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan alasan utama dipilihnya Prancis sebagai mitra adalah keterbukaan diplomasi olahraga Prancis, termasuk nilai kesetaraan gender.

"Prancis ingin mendorong diplomasi olahraga karena hal itu sangat bagus untuk fondasi hubungan kerja sama olahraga. Di dalamnya juga ada pesan kesetaraan gender, bahwa perempuan harus diberi kesempatan yang sama," ujar Erick.

"Dengan tawaran dari FFF yang merupakan salah satu yang terbaik di dunia dan pernah menjadi juara dunia, kami membuka kesempatan untuk mengembangkan para pemain muda ini ke skala yang lebih besar, dengan basis pengembangan sepak bola putri di Clairefontaine," tambahnya.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari prioritas Prancis dalam mempererat hubungan bilateral di bidang olahraga.

"Ini merupakan prioritas bagi Prancis, kesetaraan dalam olahraga, terutama kesetaraan dalam sepak bola. Oleh karena itu, kami sangat senang bekerja sama dengan Indonesia karena kami memiliki tujuan yang sama persis. Jadi, pada dasarnya, mengidentifikasi pemain muda perempuan dan kemudian mereka akan dikirim ke Clairefontaine, pusat latihan sepak bola kami, di mana mereka akan dilatih," ungkap Fabien.

"Kami ingin mendukung, melatih, dan membantu mengidentifikasi pemain perempuan muda terbaik Indonesia. Ini hanyalah langkah pertama dan kami akan memperluasnya di masa depan," tutur Dubes Prancis itu.

Lebih lanjut, Erick juga menyebutkan bahwa program ini tidak lepas dari capaian pembinaan sepak bola putri yang telah berjalan selama dua hingga tiga tahun bersama pihak swasta, yakni MilkLife dan Hydroplus yang berhasil menjaring hampir 40.000 pesepakbola putri muda di Indonesia.

Prancis dipandang sebagai mitra yang tepat untuk membawa pengembangan tersebut ke level yang lebih tinggi.

Adapun Prancis memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah sepak bola dunia. Di antaranya termasuk sebagai lokasi berdirinya kantor pertama FIFA pada 1904 dan sebagai tuan rumah Piala Dunia ketiga pada 1938, yang memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi pengembangan sepak bola Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

(afr/afr/jun) Add as a preferred
source on Google