Grayson Bongkar Peran Unik di Timnas Indonesia: Jadi 'Mata di Langit'

CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 03:25 WIB
Asisten pelatih Timnas Indonesia, Simon Grayson, mengungkapkan peran unik yang ia jalani bersama skuad Garuda sebagai 'mata di langit'.
Simon Grayson kini menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia. (Tangkapan layar @simongraysonofficial)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asisten pelatih Timnas Indonesia, Simon Grayson, mengungkapkan peran unik yang ia jalani bersama skuad Garuda sebagai 'mata di langit' yang membantu tim dari sudut pandang berbeda saat pertandingan berlangsung.

"Peran saya adalah jadi 'mata di langit' dalam sebuah pertandingan. Saya melihat ke bawah dan berkomunikasi dengan bangku cadangan apa yang mesti dilakukan dalam menyerang dan bertahan," kata Simon Grayson dalam podcast di Stadium Astro.

Peran tersebut membuat Grayson memiliki tanggung jawab penting dalam membaca jalannya laga secara keseluruhan. Ia mengamati pergerakan tim sendiri maupun lawan, lalu memberikan masukan langsung kepada tim pelatih di bangku cadangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya saat pertandingan, komunikasi dengan pelatih kepala juga menjadi bagian krusial dalam pekerjaannya. Grayson mengungkapkan bahwa momen jeda turun minum dimanfaatkan secara maksimal untuk berdiskusi cepat.

"Saya perlu dua menit khusus untuk berdiskusi dengan John di jeda turun minum untuk membicarakan persiapan dan kondisi lawan," kata Grayson.

Menurutnya, analisis yang dilakukan tidak sebatas melihat kualitas individu pemain lawan, tetapi juga mencakup pemahaman menyeluruh tentang kekuatan dan kelemahan tim yang dihadapi.

"Ini bukan hanya soal memerhatikan bakat pemain lawan, tapi juga kekuatan dan kelemahan mereka. Ya, ini pengalaman yang menyenangkan," ucap Grayson menambahkan.

Ketika ditanya mengenai aspek pertama yang ia soroti saat menerima pekerjaan di Timnas Indonesia, Grayson menekankan pentingnya perhatian terhadap detail, terutama dalam memahami filosofi permainan yang dibawa oleh pelatih kepala John Herdman.

"Perhatian terhadap detail termasuk keinginan John [Herdman] untuk bermain dengan sistem tiga [bek] di dalam kotak yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Saya mungkin pernah dengan 3-5-2 tapi [cara John] baru pertama kali bagi saya," ucap Grayson.

Ia mengakui bahwa pendekatan taktik yang diterapkan tergolong baru baginya, sehingga membutuhkan proses adaptasi. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi tantangan menarik dalam karier kepelatihannya.

"Ini adalah titik awal dengan sistem yang baru dengan pelatih gaya modern dengan istilah berbeda dan harus saya pahami maksudnya. Ketika saya melihat para pemain melakukannya barulah saya tahu maksud itu semua," kata Grayson menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/ikw/rhr) Add as a preferred
source on Google