Kronologi Ricuh Lawan Dewa United versi Manajer Bhayangkara U-20
Manajer Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Yongky Pandu Pamungkas membeberkan kronologi keributan yang terjadi saat melawan Dewa United dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).
Yongky mengungkapkan pertandingan antara kedua tim semula berjalan baik. Namun, setelah gol kedua Dewa United pada menit ke-81 tensi pertandingan mulai memanas.
Semenit berselang atau pada menit ke-82, disebutkan Yongky terjadi pelanggaran yang memunculkan gesekan antara pemain dari kedua tim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun ada provokasi dari pemain Dewa terhadap pemain kami, timbullah cekcok, saat cekcok itu terjadi pemukulan yang dilakukan oleh pemain Dewa terhadap pemain kami," ucap Yongky dikutip dari Detik.
Setelah terjadi pemukulan, pemain Dewa United berlari ke bench pemain dan masih memprovokasi. Hal itu membuat pemain Bhayangkara semakin panas lalu berujung tendangan kungfu.
"Sebenarnya pemain Dewa juga menendang pemain kita saat itu. Dia berlari dari tengah lapangan dan menendang pemain kita. Dari situlah terjadi perkelahian, banyak pemain, banyak ofisial kita datang untuk melerai. Bahkan pelatih kiper kita itu sebenarnya mau melerai malah kena pukulan dari belakang," katanya.
Yongky juga menyesalkan aksi tendangan kungfu yang dilakukan pemainnya Fadly Alberto.
"Kami sangat menyayangkan. Tapi dari pengakuan Beto sendiri dia merasa ada perlakuan rasis terhadap dia. Sehingga dia merasa emosi dan meluapkan emosinya itu ke salah satu pemain yang berada di viral di video itu," tuturnya.
PSSI sudah bereaksi menanggapi ricuh dalam pertandingan kelompok umur ini. Sekjen PSSI, Yunus Nusi memastikan pihaknya akan menjatuhkan hukuman berat bagi para membuat keributan.
"PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy," kata Yunus dalam rekaman suara di Jakarta, Senin (20/4).
"Dan Ketua Umum sangat mengutuk keras atas kejadian ini, pemain yang melakukan hal itu. Dan PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya."
(jal/nva) Add
as a preferred source on Google