Kisah Atlet Ni Negah Widiasih Bangun Masa Depan Lewat Usaha Kuliner

Kemenpora | CNN Indonesia
Jumat, 24 Apr 2026 15:10 WIB
Atlet para-powerlifting asal Bali, Ni Nengah Widiasih membantah anggapan yang menyebut masa depan atlet itu suram.
(Foto: arsip Instagram/@widya_angel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Atlet para-powerlifting asal Bali, Ni Nengah Widiasih membantah anggapan yang menyebut masa depan atlet itu suram. Bagi Ni Nengah, menjadi seorang atlet adalah berkah dalam perjalanan hidupnya, hingga sekarang.

Berkat bonus dari pemerintah, peraih dua medali Paralimpiade tersebut memperluas kiprah dari arena angkat berat ke dunia usaha kuliner. Hal ini menjadi langkah Ni Nengah dalam menyiapkan masa depan, yang juga membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Ni Nengah Widiasih sendiri resmi membuka rumah makan Babi Guling Balah Men Bingin di kawasan Kesiman, Denpasar pada pertengahan Februari lalu. Ia menjelaskan, usaha tersebut berangkat dari latar belakang keluarganya yang memiliki keahlian memasak, khususnya sang ayah yang dikenal piawai mengolah masakan Bali seperti babi guling.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain mengembangkan bakat keluarga, rumah makan ini juga menjadi cara bangkit dari duka setelah sang ibu wafat.

"Keluarga saya memang jago masak, terutama bapak. Jadi kenapa tidak kita kembangkan? Sekalian supaya bapak punya kesibukan setelah ibu saya meninggal," ujar Ni Nengah.

Lama memendam rencana membuka usaha, pencarian lokasi baru dilakukan secara serius sejak akhir 2024. Setelah beberapa kesempatan, lokasi yang dirasa tepat diperoleh di akhir 2025, ketika dirinya mulai pasrah dan menghentikan pencarian.

"Saya sempat bilang tidak usah cari lagi. Kalau memang rezeki pasti datang. Ternyata di akhir 2025 dapat info tempat ini dan langsung cocok," tutur Ni Nengah.

Usaha ini menjadi bisnis pertamanya bersama sang kakak. Ni Nengah mengakui dunia kuliner jauh berbeda dengan dunia olahraga maupun investasi properti yang sebelumnya telah dijalani. Ia menyadari kompleksitas pengelolaan rumah makan setelah terjun langsung.

"Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Di balik satu hidangan ada banyak proses dan orang yang terlibat," katanya.

Sebagai atlet yang mencatatkan prestasi internasiona medali perunggu di Paralimpiade Rio 2016, perak di Paralimpiade Tokyo 2020, serta finis kelima di Paralimpiade Paris 2024, Ni Nengah mengetahui bahwa karier atlet memiliki batas waktu. Karena itu, usaha kuliner ini menjadi salah satu persiapan jangka panjang.

"Atlet tidak mungkin selamanya. Ini salah satu persiapan masa pensiun saya. Setidaknya sudah punya usaha dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan," ujar Ni Nengah.

Ia menegaskan, tujuan utamanya bukan soal keuntungan, melainkan kebermanfaatan. Ni Nengah ingin kesuksesan yang diraih juga dirasakan orang lain.

"Saya tidak mau sukses sendirian. Kalau kita diberi rezeki lebih, jangan disimpan sendiri. Punya satu atau dua karyawan saja itu sudah sangat berarti," katanya.

Nama Men Bingin yang disematkan pada rumah makannya diambil dari nama belakang almarhum ibunya sebagai bentuk penghormatan. Seluruh masakan diracik langsung oleh sang ayah, yang diyakini Ni Nengah selalu memasak dengan penuh cinta, layaknya untuk keluarga sendiri.

"Semoga yang datang bisa merasakan cinta di setiap masakan itu," pungkas Ni Nengah.

Konsisten berupaya sejak kecil hingga sukses menembus panggung dunia, Ni Nengah kembali menunjukkan daya juangnya. Dari angkat beban di arena, kini ia juga membangun harapan lewat usaha yang dirintisnya.

(rea/rir) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]