Hasil Grand Final Proliga: LavAni Livin Transmedia Tekuk Bhayangkara
Jakarta Lavani Livin Transmedia mengalahkan Jakarta Bhayangkara Presisi dalam laga pertama grand final Proliga di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4) malam.
Seperti diprediksi, duel final berulang antara LavAni dan Bhayangkara menyajikan duel seru. Ini merupakan musim kelima yang menyajikan partai LavAni dan Bhayangkara di laga perebutan juara.
Bhayangkara yang dimotori Bardia Sadat dan Martin Atanasov sempat memimpin dengan keunggulan dua poin, namun LavAni tak tinggal diam dan terus berupaya merapatkan jarak. Skor imbang terus terjadi lantaran keberhasilan serangan sukses, blok, dan servis, maupun kegagalan lawan menyeberangkan bola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah skor 17-17, LavAni melesat dengan keunggulan 20-17. Bhayangkara sempat merespons dengan meraih dua poin beruntun, namun LavAni bisa melanjutkan perolehan poin dan menang 25-22 pada set pertama.
Set kedua kembali berlangsung ketat dan menarik. Kedua kubu berusaha menampilkan performa terbaik.
LavAni yang ditangani David Lee memimpin 8-7 pada technical time out pertama. Selain mengandalkan Sander dan Gyorgy Grozer, LavAni juga ditopang Dio Zulfikri, Hendra Kurniawan, M Malizi, Boy Arnes, Irpan dan Prasojo.
LavAni sempat mencatatkan keunggulan dua poin pada kedudukan 12-10. Bhayangkara terus mencoba menempel. Skor 16-15 untuk LavAni pada technical time out kedua pada set kedua.
Skor imbang lagi saat kedudukan 20-20. Kedua tim silih berganti meraup poin sehingga skor menjadi 22-22. Bhayangkara kemudian meraih dua poin beruntun dan kemudian meraih satu poin krusial sehingga menang 25-22. Skor pun menjadi 1-1.
Tiga poin beruntun dari Bhayangkara menandai awal set ketiga. LavAni butuh Sander dan Grozer untuk menembus blok Bhayangkara.
Perlahan LavAni bisa memangkas jarak. Setelah technical time out pertama, LavAni bisa memimpin 9-8. Setelah itu LavAni bisa menciptakan keunggulan lebih jauh. Pemain Bhayangkara, Bardia Sadat sempat melakukan protes pada putusan wasit. LavAni memimpin 16-12 pada technical time out kedua pada set ketiga.
Emosi yang meningkat di kubu Bhayangkara tampak memengaruhi performa tim. Perolehan poin Bhayangkara pun macet. LavAni bisa melenggang dan menang 25-16 pada set ketiga.
Pertandingan kembali alot pada awal set keempat. LavAni dan Bhayangkara kembali bergantian meraih poin dan saling mengungguli dalam perolehan poin.
LavAni unggul tipis pada technical time out pertama dengan skor 8-7. Setelah unggul 11-9, LavAni bisa meraih poin beruntun. Pemain Bhayangkara kerap melakukan eror dalam penerimaan atau saat menyerang.
LavAni yang unggul 16-9 pada technical time out kedua bisa menabung keunggulan. Margin 10 poin tercipta pada kedudukan 23-13. LavAni memastikan kemenangan pada pertandingan grand final pertama dengan skor 25-18.
LavAni akan kembali bertemu Bhayangkara pada Sabtu (25/4). Jika besok menang, maka LavAni dipastikan akan meraih gelar juara. Sedangkan bila Bhayangkara yang menang, maka penentuan gelar bakal berlangsung pada Minggu (26/4).
(nva/jun) Add
as a preferred source on Google