Iran Absen di Kongres FIFA Vancouver Jelang Piala Dunia
Ketidakhadiran perwakilan Iran menjadi sorotan dalam Kongres AFC yang dihadiri FIFA yang digelar di Vancouver, Kanada, pada Selasa (28/4).
Dalam forum yang turut dihadiri Presiden FIFA, Gianni Infantino, tidak ada pembahasan khusus mengenai keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia 2026.
Isu sensitif seperti kemungkinan pemindahan lokasi pertandingan Iran dari Amerika Serikat juga tidak disentuh dalam Kongres AFC.
Ketiadaan Iran memunculkan spekulasi. Salah satu kekhawatiran yang berkembang adalah potensi kendala visa yang bisa memengaruhi perjalanan delegasi mereka, baik untuk menghadiri kongres maupun untuk berpartisipasi di Piala Dunia yang akan dimulai 11 Juni mendatang.
Meski belum ada kepastian apakah masalah visa menjadi penyebab utama, tanda-tanda ketidakhadiran Iran cukup terlihat.
Saat sembilan tim Asia yang lolos ke Piala Dunia menerima cinderamata, panitia menyebutkan bahwa Iran akan menerima milik mereka "setelah mereka tiba".
Di sisi lain, pemerintah Iran tetap menunjukkan optimisme. Seorang juru bicara menyatakan bahwa tim nasional sedang bersiap untuk tampil dengankebanggaan dan sukses di ajang tersebut.
FIFA sendiri menegaskan tidak ada perubahan jadwal. Pertandingan Iran tetap berlangsung sesuai rencana yang ditetapkan sejak Desember lalu, sebelum memanasnya konflik geopolitik pada akhir Februari. Usulan untuk memindahkan laga Iran ke Meksiko pun ditolak.
Dalam pidatonya, Infantino menyinggung situasi global yang penuh ketegangan. Ia menekankan pentingnya sepak bola sebagai sarana pemersatu.
"Kita perlu membangun jembatan-atau bahkan lapangan sepak bola-agar orang-orang bisa berkumpul," ujar Infantino dikutip dari ESPN.
Di atas lapangan, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Mereka dijadwalkan memulai perjalanan pada 15 Juni melawan Selandia Baru di California, sebelum menghadapi Belgia dan Mesir di laga berikutnya.
(rhr/rhr/jun)