Kelme Respons Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series

CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 16:42 WIB
Ilustrasi Timnas Indonesia menggunakan jerset Kelme di FIFA Series 2026. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Kelme Indonesia Kevin Wijaya buka suara soal insiden nameset atau tulisan nama dan nomor punggung jersey Timnas Indonesia yang copot.

Kejadian itu sempat ramai diperbincangkan saat gelaran FIFA Series 2026. Adalah nameset jersey milik Dony Tri Pamungkas dan Ole Romeny yang tersorot kamera lepas dari posisi aslinya.

Kevin Wijaya akhirnya menjelaskan alasan di balik copotnya nameset pada jersey Timnas Indonesia. Menurut Kevin, secara teknologi dan bahan yang digunakan sudah sesuai.

"Ketika kami meluncurkan nameset memang sudah direncanakan dipakai untuk pemain. Jadi teknologi dan bahan sudah disesuaikan untuk dipakai pemain," ujar Kevin

"Untuk nameset pemain itu pakai silicon dibandingkan vinyl atau rubber. Secara material itu lebih lentur dan bisa fleksibel untuk pemain," tambahnya.

Setelah ditelusuri, menurut Kevin, Kelme Indonesia sebelumnya telah menetapkan kriteria menyoal penempelan nameset pada jersey Timnas Indonesia. Tetapi, ada perbedaan dari setiap mesin yang dipakai.

"Soal yang lagi ramai tentang nameset copot, berdasarkan yang kami telusuri ada tiga komponen. Pertama untuk nameset bisa nempel bergantung pada material jersey, terus material nameset, dan proses melakukan pressing-nya," jelas Kevin.

"Kami melakukan penelusuran menyeluruh sekitar satu bulan setelah FIFA Series di akhir Maret. Ada persoalan di proses pressing-nya. Soal penempelan itu bergantung juga ke mesin penempel, operator penempel, dan SOP-nya," ujar Kevin menambahkan.

Untuk itu, pihak Kelme meminta maaf atas apa yang sudah terjadi. Kelme pun tetap transparan akan hal ini. Produk asal Spanyol ini berjanji bakal melakukan evaluasi.

"Kelme sudah memberikan SOP soal temperatur 160 derajat yang ditekan 15 detik. Tapi ada satu hal yang kami lewatkan dan kami memohon maaf. Tidak semua mesin press itu sama. Satu mesin dan mesin lainnya itu perlu perlakuan yang berbeda. Kami memohon maaf terhadap hal ini."

"Kami transparan saja apa yang terlewat dari kami. Tinggal bagaimana 'apa selanjutnya?' dari Kelme untuk memperbaiki," tutur Kevin.

(ikw/afr/jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK