Persija Enggan Jadi Keledai di Hadapan Persib

CNN Indonesia
Kamis, 07 Mei 2026 19:26 WIB
Pertandingan Persija versus Persib berpotensi banjir kartu, termasuk kartu merah. (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Persija Jakarta tak ingin kembali jadi keledai, jatuh di lubang yang sama, saat melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026.

Pertandingan Persija versus Persib akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5). Ini adalah laga putaran kedua usai di putaran pertama Persija kalah 0-1.

Dalam laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 11 Januari lalu, Persija kalah karena tampil dengan 10 pemain. Pemain yang diusir wasit dalam ini adalah Bruno Tubarao.

Perkara main 10 pemain ini, bukan kali pertama terjadi. Persija sering merugi karena pemain mendapat kartu merah. Perilaku keledai, jatuh di lubang yang sama, ini tak boleh terulang lagi.

Pada 23 September 2024, Persija juga tampil dengan 10 pemain di tengah pertandingan. Saat itu Firza Andika mendapat kartu kuning kedua alias kartu merah pada menit ke-28.

Musim sebelumnya, pada 2 September 2023, Persija juga kehilangan pemain di tengah pertandingan. Ketika itu Hanif Syahbandi diusir wasit pada menit ke-74 pertandingan.

Rentetan kartu merah dalam laga bertajuk Derbi Indonesia membuat Souza waspada. Ia tidak ingin ada pemain yang terpancing emosi sehingga berujung merugikan tim. 

"Pertandingan [putaran] pertama itu sebenarnya sangat seimbang. Pada satu-satunya peluang yang didapatkan Persib, mereka berhasil mencetak gol karena kesalahan kami," kata Souza.

"Dan kemudian di babak kedua kami mendapati satu pemain kartu merah, sehingga menjadi sangat sulit bermain melawan tim besar seperti Persib," ucapnya menjelaskan.

Oleh karena itu, menjelang pertemuan kedua kontra Persib, Persija harus belajar dari kesalahan. Rizky Ridho dan kawan-kawan perlu lebih cerdas dalam persoalan manajemen emosi di lapangan.

"Kami berbicara, kami menunjukkan video. Kami berbicara tentang pentingnya menjaga jumlah 11 pemain di lapangan sepanjang waktu," ucap pelatih asal Brasil tersebut.

"Namun saya tidak bisa mengendalikan semua tindakan pemain di dalam lapangan. Untungnya dalam beberapa pertandingan terakhir kami tidak mendapatkan kartu merah," ujarnya. 

(afr/abs/jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK