Valverde Ribut dengan Tchouameni, Siapa Bakal Dijual Madrid?
Real Madrid dilaporkan sudah memutuskan masa depan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni yang terlibat keributan pada Kamis (7/5) waktu setempat. Siapa bakal dijual Madrid?
Valverde dan Tchouameni diklaim bertengkar pada Rabu (6/5). Situasinya makin memanas pada hari berikutnya.
Insiden panas tersebut membuat Valverde mendapatkan perawatan medis karena trauma kranioensefalik atau cedera otak setelah terjatuh ke lantai dan kepalanya membentur meja.
Karena cedera itu kapten Madrid tersebut dilaporkan harus beristirahat selama 10 hingga 14 hari dan akan absen dalam El Clasico melawan Barcelona, Senin (11/5) dini hari WIB.
Dikutip dari Sportbible, para petinggi Madrid menggelar rapat darurat pada Kamis waktu setempat. Pertemuan itu guna membahas langkah yang diambil Los Blancos terhadap Valverde dan Tchouameni.
Kedua pemain dinilai masih termasuk sebagai yang terbaik di dunia untuk posisinya. Sejumlah klub elite pun berminat merekrut Tchouameni dan Valverde untuk musim depan.
Manchester United disebut sebagai peminat Tchouameni guna menggantikan posisi Casemiro yang akan hengkang pada musim depan. Sementara Valverde dipantau serius oleh Bayern Munchen.
Hanya saja, laporan El Mundo menyebut Madrid tidak akan menjual Valverde dan Tchouameni pada akhir musim nanti.
Saat ini Valverde memiliki kontrak dengan Madrid hingga 2029 mendatang, dengan nilai pasar mencapai 120 juta euro atau setara dengan Rp2,6 triliun, sedangkan Tchouameni memiliki kontrak hingga 2028 dan nilai pasarnya 75 juta euro.
Setelah ramai berita soal keributan itu, Valverde membantah bertengkar dengan Tchouameni. Gelandang asal Uruguay itu juga menyebut Tchouameni bukan pelaku dirinya terbentur meja.
"Selama pertengkaran, saya secara tidak sengaja memukul meja, menyebabkan luka kecil di dahi saya yang mengharuskan saya mengunjungi rumah sakit," kata Valverde.
"Sama sekali tidak ada rekan setim saya yang memukul saya, dan saya juga tidak memukulnya, meskipun saya mengerti bahwa bagi Anda mungkin lebih mudah untuk percaya bahwa kami saling memukul atau bahwa itu disengaja, tetapi itu tidak terjadi."
(sry/nva)