Refleksi Mario Aji usai Jadi yang Paling Buncit di FP1 Moto2 Prancis
Pembalap Indonesia, Mario Aji mengaku masih kesulitan latihan bebas pertama (FP1) dan latihan (PR) dalam Moto2 Prancis 2026.
Saat FP1, Aji menempati peringkat ke-27 atau yang paling buncit. Catatan waktu terbaiknya adalah 01:36,445 detik. Aji tertinggal lebh dari dua detik dengan pembalap tercepat.
Dalam PR, catatan waktu Aji membaik jadi 01:35,405 detik. Ini membuatnya berada di urutan ke-25 dari 28 pembalap. Performanya naik, tetapi belum cukup bersaing.
"Hari pertama cukup rumit bagi kami. Jujur saja, tidak mudah untuk sepenuhnya memahami kondisi lintasan dan menemukan feeling terbaik dengan segera," kata Aji dalam rilis Honda.
"Kami terus bekerja sepanjang sesi dan memperbaiki beberapa detail sedikit demi sedikit. Meskipun posisi kami tidak sesuai keinginan, selisihnya masih sangat dekat, dan itu adalah poin positif yang penting."
Pemuda asal Magetan in juga menyayangkan sempat terjatuh pada sesi akhir latihan. Karena itu Aji lebih ingin mengambil sikap refelktif sebelum tampil dalam FPP2 dan kualifikasi (Q1).
"Kecelakaan di akhir sesi latihan memang disayangkan, tetapi untungnya saya baik-baik saja. Saya rasa area terbesar yang perlu ditingkatkan adalah dari sisi saya."
"Terutama cara saya mendekati beberapa tikungan dan menyesuaikan gaya berkendara saya dengan kondisi di sini," ucap pembalap 22 tahun ini menambahkan.
Pengguna nomor 64 ini percaya perforamanya akan meningkat dalam balapan hari ini. Ia percaya tim Idemitse Honda Team Asia yang memberikan yang terbaik untuknya.
"Tim melakukan pekerjaan yang sangat baik dan sekarang kita perlu tetap fokus, menganalisis semuanya dengan tenang, dan kembali lebih kuat besok untuk kualifikasi," kata Aji.
(abs/jun)