Menpora Tegaskan Komitmen Presiden untuk Pembangunan Olahraga Nasional

Kemenpora | CNN Indonesia
Minggu, 10 Mei 2026 21:11 WIB
(Foto: dok Kemenpora)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memastikan kepada stakeholder olahraga Indonesia untuk tidak meragukan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap olahraga nasional.

Pernyataan itu disampaikan Erick dalam sambutan acara Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (2026) di Hotel Fairmont, Jakarta. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo dan Kemenpora tetap mendukung perkembangan olahraga di Indonesia.

"Saya pastikan jangan pernah pertanyakan atau ragukan bahwa komitmen Bapak Presiden Prabowo kepada pembangunan olahraga nasional. Karena Bapak Presiden adalah keluarga besar olahraga Indonesia. Jangan pernah pertanyakan juga komitmen saya untuk olahraga nasional, karena saya juga bagian dari olahraga nasional," kata Erick.

Ia menyampaikan, saat ini memang olahraga Indonesia sedang dalam proses menata ulang. Beberapa proses penting yang sedang dijalankan Kemenpora di antaranya, menjalin berbagai kerjasama lintas sektor dengan kementerian lain untuk mendukung perkembangan olahraga nasional. Hal itu mencakup Instruksi Presiden tentang akademi olahraga, hingga kerja sama Kemenpora dengan Kemendikdasmen.

"Jadi sekarang kita sudah punya payung hukum, seperti POPNAS, nanti akan jadi satu ke Kemendikdasmen, bapak-ibu bisa bersinergi, atau juga POMNAS yang nanti ada di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," ujar Eirck.

Kini, Kemenpora juga menjalankan instruksi Presiden berupa beasiswa atlet untuk dalam negeri, ditambah LPDP yang berjumlah 100.

"Kita juga ada kesepakatan 3 menteri yakni Kemendagri, Kemenpora dan Kementerian UMKM yang diawasi oleh Kementerian PU sudah ada SKB 3 menteri dimana semua fasilitas cabang olahraga bisa dikerjasamakan dengan federasi atau cabor," tambahnya.

Pada rapat anggota tersebut, Erick turut menyampaikan kesuksesan Kemenpora menyelenggarakan SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 yang bertujuan menyatukan visi sesama menteri olahraga dan pemuda se-Asia Tenggara melalui Deklarasi Bali.

Deklarasi Bali antara lain berisi kesepakatan memiliki sport IP untuk Asia Tenggara, seperti negara lain yang memiliki London Marathon, New York Marathon.

"Kita sepakat akan memiliki Asean Marathon di tahun 2027 dan 2028, mungkin 4 negara dulu Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand," kata Erick.

Langkah Kemenpora selanjutnya, adalah menyelesaikan Permenpora yang terbaru Nomor 08 Tahun 2026 yang menderegulasi 191 aturan menjadi 4 aturan, dengan mengurangi 1500 pasal menjadi 600 pasal.

"Di sinilah kita harapkan nanti sebagai fondasi awal, kita terus melakukan transformasi untuk memperbaiki sistem untuk mendukung olahraga nasional kita. Kita harus bisa bersaing di Asia Tenggara, Asia dan Dunia," katanya.

"Kami dari Kemenpora adalah bagian keluarga besar olahraga, tetapi tentu kita tidak hanya bisa melihat diri kita sendiri. Ekosistem olahraga tidak hanya di Indonesia, kita harus menjadi ekosistem olahraga dunia," pungkas Erick.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK