Piala Dunia 1954: Saat Jerman Barat Menang Atas Tim Terbaik di Dunia
Piala Dunia 1954 di Swiss menyajikan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola. Jerman Barat menaklukkan Hungaria di final untuk merebut trofi Piala Dunia.
Saking superiornya, Hungaria dalam rentang tahun 1950-1956 dianggap sebagai tim yang tak terkalahkan di muka bumi.
Hungaria datang ke Swiss 1954 sebagai tim paling ditakuti di dunia. Tujuh bulan sebelum turnamen dimulai, mereka menjadi tim luar Britania Raya pertama yang mengalahkan Inggris di Wembley dengan skor telak 6-3.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seolah belum cukup, kurang dari sebulan sebelum Piala Dunia dibuka, Hungaria kembali menghancurkan Inggris dengan skor 7-1. Di fase grup Swiss 1954, mereka rata-rata mencetak 6,25 gol per pertandingan untuk melaju ke final.
Jerman Barat pun tahu betapa berbahayanya lawan mereka. Di fase grup, mereka justru sudah pernah dihajar Hungaria 3-8 dan pelatih Sepp Herberger menyebut kekalahan itu bahkan masih "menguntungkan" karena Puskas cedera dan keluar di awal babak kedua.
Dalam sejarah pertemuan kedua tim sebelum final itu, Hungaria unggul dengan catatan 8 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 5 kekalahan. Di antara 40 jurnalis yang memberikan prediksi, 39 kompak menjagokan Hungaria.
Di final 16 Juli 1954, hujan deras mengguyur Wankdorf Stadium di Bern di hadapan 62.500 penonton. Kondisi lapangan basah itu justru menguntungkan Jerman Barat, yang mengenakan sepatu dengan pul sekrup inovatif khusus untuk bermain di lapangan becek.
Laga dimulai seburuk yang ditakutkan Herberger. Puskas mencetak gol pada menit keenam, lalu Czibor menambahnya pada menit kedelapan. Hungaria sudah unggul 2-0 dalam delapan menit pertama.
Namun Jerman Barat tak runtuh. Morlock memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-10, lalu Rahn menyamakan kedudukan lewat sundulan kepala pada menit ke-18.
Hungaria kemudian menggempur habis-habisan. Hidegkuti membentur tiang, Kocsis membentur mistar, dua kali Kohlmeyer melakukan penyelamatan di garis gawang, dan kiper Toni Turek tampil luar biasa dengan dua penyelamatan krusial.
Namun enam menit menjelang peluit panjang, giliran Jerman Barat yang menyerang balik. Helmut Rahn mengecoh beberapa pemain Hungaria dengan gerak tipu, lalu melepas tembakan keras ke sudut bawah gawang. Jerman Barat unggul 3-2.
Puskas sempat menyamakan kedudukan, tetapi gol itu dianulir wasit karena offside. Peluit panjang berbunyi dan Jerman Barat resmi menjadi juara dunia untuk pertama kali. Momen kemenangan ini yang kelak dikenal sebagai "The Miracle of Bern".
"Jerman tiba-tiba kembali ada di peta dunia," kata Franz Beckenbauer, dinukil dari laman resmi FIFA.
"Bagi siapa pun yang tumbuh dalam kesengsaraan masa pascaperang, Bern adalah inspirasi luar biasa. Seluruh negeri memulihkan harga dirinya."
Kekalahan itu menghancurkan Hungaria. Zoltan Czibor mengungkapkan kepedihan timnya yang saat itu jadi sanjungan penjuru dunia.
"Tidak pernah ada tim lain seperti kami. Kami kalah hanya sekali dalam 50 pertandingan. Sayangnya itu terjadi di pertandingan terbesar dalam hidup kami. Ini sebuah tragedi," kata Czibor.
Sementara itu, penjaga gawang Hungaria, Gyula Grosics masih menyimpan luka yang sama hingga puluhan tahun kemudian.
"Saya merasakan dan masih merasakan, kehilangan yang luar biasa besar."
"Sudah lebih dari 40 tahun berlalu, tapi jika seseorang membangunkan saya besok pagi dan mengingatkan soal pertandingan itu, saya akan menangis," tukas Grosics.
(afr/ptr) Add
as a preferred source on Google