Kota Bandung Jadi Lautan Biru di Konvoi Hattrick Juara Persib
Ribuan Bobotoh tumpah memadati Jalan Asia Afrika, Kota Bandung menjadi lautan biru dalam konvoi hattrick jaura Persib, Minggu (24/5).
Mereka menyambut dan merayakan kemenangan Persib usai memastikan gelar juara Super League 2025/2026. Maung Bandung memastikan gelar usai imbang melawan Persijap Jepara, Sabtu (23/5).
Kota Bandung sudah penuh euforia sejak dini hari. Lautan suporter berbaju biru-putih dengan atribut lengkap Persib memadati badan jalan hingga trotoar, mengubah kota ini menjadi lautan biru.
Keramaian terlihat dari Jalan Diponegoro, Jalan Merdeka, hingga Jalan Braga. Rombongan Bobotoh datang sambil mengibarkan bendera atau syal, serta mengenakan jersey Persib berbagai era.
Sorak-sorai 'Persib Juara' terus menggema di sepanjang jalan. Ribuan suporter tampak saling berhimpitan demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan iring-iringan Pangeran Biru.
Banyak Bobotoh bahkan rela berdiri di atas pembatas jalan, kursi, maupun tempat yang lebih tinggi agar dapat melihat jalannya pawai dengan jelas.
Membeludaknya massa menyebabkan arus lalu lintas di kawasan itu lumpuh. Meski demikian, suasana perayaan tetap berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi.
Salah seorang Bobotoh, Dikdik, mengaku sudah berangkat sejak pagi buta ke pusat kota bandung demi konvoi juara. Ia datang menggunakan sepeda motor bersama istri dan anaknya.
"Persib itu warisan. Saya mau ngewarisin ke anak saya. Saya nunggu 19 tahun buat Persib juara. Anak saya yang masih kecil udah tiga kali," kata Dikdik dilansir dari jabarDetik.
Bobotoh lainnya, Andre, menceritakan bahwa ia rela menerjang banjir demi ikut merayakan pawai Persib. Ia datang bersama lima anggota keluarganya dari Rancamanyar, Kabupaten Bandung.
"Dari jam setengah lima pagi saya udah otw [on the way atau berangkat], nyampe sini sekitar jam enam lebih. Tadi juga sempet kejebak macet," kata Andre dengan penuh antusias.
Andre tak menyangka kawasan Asia Afrika akan dipadati massa sebanyak itu. Ia berada di sana menunggu kedatangan pemain di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika.
Andre mengatakan sejumlah Bobotoh sempat pingsan akibat berdesakan. "Tadi banyak yang pingsan, jadi khawatir, makanya ini anak saya naikin ke atas biar enggak engap," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat tersebut, sejumlah ambulans dan petugas medis disiagakan di beberapa titik kawasan Asia Afrika. Petugas tampak beberapa kali memberikan pertolongan.
(abs/sry)