Permintaan Aneh Marquez di Kontrak Baru: Bisa Pensiun Tanpa Penalti

CNN Indonesia
Senin, 25 Mei 2026 12:58 WIB
Marc Marquez diklaim meminta klausul aneh dalam kontrak baru dengan Ducati. (AFP/LOIC VENANCE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Marc Marquez dilaporkan mengajukan permintaan aneh pada kontrak barunya dengan Ducati, yakni bisa pensiun tanpa terkena penalti.

Pada akhir musim ini Marquez akan jadi 'agen bebas'. Meski begitu, Ducati terus berharap Marquez memperpanjang kontrak.

Dikutip dari Motogpnews, Marquez setuju menandatangani kontak baru dengan Ducati untuk musim 2027 dan 2028. Ducati tidak akan mengonfirmasi kesepakatan tersebut sampai konstruktor MotoGP menandatangani perjanjian komersial kolektif baru.

Satu yang jadi sorotan dari kontrak Ducati dengan Marquez adalah satu klausul aneh. Marquez diyakini meminta kontrak 1+1 tahun di Ducati.

Dengan klausul itu akan memberikan Marquez pilihan pergi dari Ducati atau pensiun pada akhir 2027 jika tidak bisa bersaing memenangkan balapan dan juara atau jika Ducati gagal dengan mesin 850cc.

Pengamat MotoGP Carlo Pernat menyebut Marquez juga meminta Ducati memasukkan opsi dalam kontrak baru itu yang memungkinkan juara bertahan pensiun pada 2026 tanpa terkena penalti.

"Saya pikir Marc benar-benar mulai berpikir untuk berhenti. Juga, karena banyaknya komitmen, dan tidak punya waktu sedetik pun untuk bernapas," kata Pernat.

"Teman-teman, orang ini telah melihat neraka, melewati semua yang ada untuk dibakar dan berhasil terbang ke surga."

Setelah mengalami kecelakaan di MotoGP Mandalika 2025, Marquez belum kembali ke performa terbaik pada musim ini.

Musim berat Marquez bertambah setelah insiden di sprint race MotoGP Prancis 2026. Akibat kecelakaan itu Marquez mengalami patah tulang metatarsal di kaki kanan. Marquez kini harus absen dalam sejumlah balapan.

Kondisi yang tidak lagi 100 persen fit itu dipercaya bakal memengaruhi performa Marquez di atas motor. Jika tidak bisa lagi bersaing, Marquez ingin pensiun.

"Dalam kontrak dua tahunnya dengan Ducati, dia tampaknya secara khusus meminta agar tidak ada penalti jika dia memutuskan untuk berhenti. Dia akan ingin mencoba karena dia tahu bahwa dengan peraturan baru, pembalap akan lebih diperhitungkan, dan dia masih yang terkuat dari semuanya," tutur Pernat.

"Tetapi jika dia menyadari bahwa dia tidak bisa berjuang untuk menang, saya pikir dia akan mengatakan cukup. Jika dia terus seperti ini, dia mungkin akan sangat kesal sehingga dia akan lelah, bahkan sebelum dia mencoba. Bahkan pada hari Minggu, melihat saudaramu menabrak tembok seperti itu pasti membuatmu berpikir lebih dalam."

(sry/jun)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK