John Herdman: Level Timnas Indonesia Tinggi, Lemah Penyelesaian Akhir

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 08:22 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Lennard Ter Haar Romenij (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Mozambik Amade Momade (kiri) dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Timnas I
John Herdman nilai lini depan Timnas Indonesia masih tumpul. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia --

John Herdman mengakui bahwa Timnas Indonesia masih lemah dalam penyelesaian akhir, setelah hanya menang 1-0 atas Mozambik pada Selasa (9/6).

Total, dalam empat laga uji coba internasional, tim Garuda tiga kali menang dan sekali kalah. Dari tiga kemenangan itu, hasil melawan Mozambik menjadi skor yang paling kecil.

Pada saat yang sama dari hasil ini terkuak bahwa lini depan Indonesia bermasalah. Banyak peluang tercipta saat melawan Mozambik, tetapi hanya satu yang bisa dikonversi menjadi gol. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa momen ketika saya merasa tim ikut terbawa ritme permainan yang terlalu transisional. Padahal dalam beberapa periode kami sebenarnya bisa mengontrol pertandingan."

"Namun ada juga saat-saat ketika para pemain tampil di level yang sangat tinggi. Kami hanya kurang dalam penyelesaian akhir," ucap Herdman dalam jumpa pers setelah laga, Selasa (9/6).

Terlepas dari itu, Herdman merasa performa Timnas Indonesia menuju arah yang baik. Dua kemenangan atas tim yang peringkatnya di atas Indonesia, dinilai sebuah pencapaian. 

Pencapaian ini bukan untuk diglorifikasi, tetapi sebagai standar. Herdman ini semua pemain tim Merah Putih memilik pola pikir menang di setiap kalender internasional. 

"Untuk perkembangan tim, kami selalu berbicara tentang momentum. Dua kemenangan ini penting karena kami belum melakukannya sejak 2024, menang beruntun atas tim berperingkat lebih tinggi."

"Kami mengalahkan dua tim yang peringkatnya berada di atas dalam sebuah jeda internasional yang menurut saya sangat sulit," ucap mantan pelatih timnas Kanada tersebut.

Kalender internasional periode Juni dinilai Herdman sebagai salah satu waktu tersulit. Ini adalah periode di mana pemain baru selesai kompetisi dan ingin menikmati masa libur.

"Juni selalu menjadi periode yang berat bagi para pemain karena mereka baru menyelesaikan musim kompetisi yang panjang," kata pelatih 50 tahun tersebut menjelaskan.

"Tantangan besar berikutnya adalah menjaga tren tidak terkalahkan ini hingga Juli, Agustus, lalu September dan Oktober. Itulah standar yang sedang kami dorong bersama kelompok pemain ini." 

[Gambas:Video CNN]

(abs/rhr) Add as a preferred
source on Google