Reaksi Wasit Terbaik Afrika Ditolak AS dan Batal ke Piala Dunia
Wasit Terbaik Afrika 2025, Omar Artan, memberikan reaksi usai ditolak Amerika Serikat dan batal bertugas di Piala Dunia 2026.
Omar Artan hampir mencetak sejarah sebagai wasit pertama dari Somalia di Piala Dunia. Namun torehan emas itu batal tergores karena imigrasi AS menolak visanya.
"Saya ingin berterima kasih kepada FIFA dan CAF atas semua dukungan dan saya berjanji akan tetap menjaga level wasit saya dan berkonsentrasi di masa depan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin berterima kasih kepada keluarga sepak bola atas semua pesan dan saya mendoakan rekan-rekan [sesama wasit] kesuksesan selama Piala Dunia dan saya berharap bisa bergabung dengan mereka di turnamen berikutnya," kata Omar dikutip dari Sky Sports.
Di sisi lain, FIFA menyatakan tidak bisa ikut campur dalam proses imigrasi negara tuan rumah. Mereka menyerahkan keputusan pemerintah AS soal Omar Artan.
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penentuan visa dan telah diberitahu oleh pihak berwenang bahwa status Artan tidak akan diubah saat ini."
"Sesuai dengan ajang FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan siapa yang diizinkan masuk ke negara mereka," ujar juru bicara FIFA.
Sementara mantan Ketua Komite Wasit Inggris (PGMOL), Keith Hackett. Menurutnya, wasit harus tetap dibayar meski tak bisa menjalani tugas akibat persoalan di luar lapangan.
"Ini terlihat tidak adil karena sudah merampas kesempatan wasit muda untuk bertugas di Piala Dunia. Jalur untuk menuju puncak karier sangat sulit dan wasit ini punya karier berkembang dengan menemui tantangan hingga bangkit ke level elite."
"Saya yakin keluarga dan federasi [sepak bola Somalia] akan kecewa. Wasit setidaknya bisa dibayar hingga US$100 ribu. Saya berhirap FIFA dengan kegagalan membantu kasus ini harus membayar US$100 ribu kepadanya," kata Hackett dikutip dari Mirror.
(ikw/ikw/jun) Add
as a preferred source on Google