Pencuri Perlengkapan Timnas Inggris Ditahan, Semua Barang Dipulangkan
Dua pria resmi didakwa atas pencurian perlengkapan skuad Timnas Inggris menjelang laga Piala Dunia 2026 di Kansas City, Amerika Serikat (AS).
Insiden yang sempat disebut sebagai "perampokan dalam perjalanan" ini melibatkan hilangnya perlengkapan senilai lebih dari USD 18.000 atau sekitar Rp320 juta.
Kedua pelaku pencurian perlengkapan Timnas Inggris, Mustafa Salik dan Erfan Kamal, didakwa atas pasal penadah barang curian dan terancam hukuman hingga tujuh tahun penjara.
Keduanya diketahui bertugas mengemudikan truk pengangkut perlengkapan dari tempat pemusatan latihan Inggris di Florida menuju markas mereka di Swope Soccer Village, Kansas City.
Beruntung, pihak kepolisian bergerak cepat. Detektif berhasil mengamankan kembali barang-barang para pemain The Three Lions yang sempat raib, termasuk empat pasang sepatu bola mahal, jersey bertandatangan pemain, sarung tangan kiper, hingga barang unik seperti dua boneka singa maskot dan satu set Lego Nike Air.
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memastikan sebagian besar perlengkapan latihan telah kembali sebelum sesi latihan perdana di Piala Dunia 2026 dimulai.
Para pemain Timnas Inggris pun menanggapi insiden ini dengan santai. Sebagian mengaku lega karena perlengkapan mereka sudah kembali dan bisa dipakai.
"Untungnya sepatu dan sarung tangan saya aman. Sempat dicuri, tapi sudah kembali, jadi tidak ada masalah," ujar kiper cadangan Inggris, Dean Henderson, sambil tersenyum, seperti dilansir The Independent.
Bek Timnas Inggris Dan Burn juga mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari media. Menurutnya, kejadian ini sama sekali tidak mengganggu fokus tim yang sedang bersiap menghadapi laga pembuka melawan Kroasia pada Rabu mendatang.
"Kami tidak membesar-besarkannya. Perlengkapan saya lengkap, jadi saya tenang. Kami di sini untuk berlatih, dan persiapan kami sama sekali tidak terganggu," kata Burn.
Wali Kota Kansas City, Quinton Lucas, mengapresiasi kerja cepat kepolisian setempat dan menegaskan bahwa keamanan seluruh tim peserta adalah prioritas utama.
Sementara itu, Jaksa Wilayah Jackson County, Melesa Johnson, menegaskan tidak akan menoleransi tindakan kriminal apa pun yang menyasar gelaran Piala Dunia 2026.
(wiw/wiw)