PIALA DUNIA 2026

Timnas Iran dan Teror-Teror yang Mengiringi Kedatangan Mereka di AS

CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2026 19:09 WIB
Timnas Iran tergabung di Grup G Piala Dunia 2026. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Iran resmi mendarat di Amerika Serikat (AS) untuk Piala Dunia 2026 di tengah situasi geopolitik yang memanas. Striker andalan Iran, Mehdi Taremi, mengakui bahwa tingginya tensi politik dan berbagai kendala di luar lapangan telah "merusak kegembiraan" pesta sepak bola terakbar ini.

Kehadiran Iran di Piala Dunia 2026 mencetak sejarah kelam, di mana untuk pertama kalinya negara tuan rumah menerima kedatangan tim dari negara yang sedang terlibat konflik bersenjata dengan mereka.

Skuad Iran tiba di Los Angeles setelah sempat tertahan di Tijuana, Meksiko, akibat permasalahan visa yang berbelit. Masalah ini bahkan membuat sejumlah ofisial tim dan wasit asal Somalia, Omar Artan, ditolak masuk ke AS.

"Tensi seperti ini merusak kegembiraan dan menodai pesan perdamaian yang selalu digaungkan FIFA. Saya sudah merasakan ketegangan ini sejak hari pertama kami tiba," ujar Taremi, penyerang yang merumput bersama Olympiakos, seperti dilansir Irish Examiner.

Setibanya di hotel tempat mereka menginap di Manhattan Beach, skuad Iran langsung disambut oleh demonstran dari komunitas diaspora Iran di California. Pengamanan ketat pun diberlakukan secara masif, melibatkan kepolisian, anjing pelacak, hingga drone pengawas.

Kendati demikian, pelatih Timnas Iran Amir Ghalenoi menegaskan fokus anak asuhnya tidak akan terpecah oleh urusan politik luar lapangan.

"Kami di sini hanya untuk bermain sepak bola dan mewakili seluruh masyarakat Iran, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Kami bukan orang politik," tegasGhalenoi menjelang laga pembuka Grup G melawan Selandia Baru di So-Fi Stadium, LosAngeles.

Persiapan Iran kian pincang setelah penyerang bintang mereka, Sardar Azmoun, dilaporkan dicoret dari skuad. Azmoun dikabarkan memicu kemarahan pemerintah Iran setelah mengunggah foto bersama penguasa Uni Emirat Arab (UEA), negara yang terlibat konflik dengan Iran.

Selain masalah skuad, FIFA kini juga bersiap menghadapi potensi suporter yang nekat membentangkan bendera historis Iran sebelum Revolusi Islam berupa gambar singa dan matahari, yang statusnya resmi dilarang di dalam stadion sepanjang turnamen.

(wiw)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK