Siasat Ramadhipa Atasi Deg-degan Saat Ngebut di Moto3 Junior
Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa menceritakan siasat mengatasi deg-degan saat memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi di Moto3 Junior 2026.
Pembalap 16 tahun itu mengaku kerap merasa gugup sebelum lomba. Namun, Ramadhipa punya kebiasaan sebelum membalap.
"Untuk menenangkan diri saya biasanya berdoa dan salat [sebelum balapan]. Tentu saya minta doa dari orang tua dan restu mereka. Itu membuat saya tenang dan tetap bisa mengontrol diri saya [saat deg-degan di balapan]," kata Ramadhipa dalam konferensi pers virtual, Senin (15/6).
Ramadhipa baru saja menorehkan prestasi dengan menjuarai Moto3 Junior Estoril, Minggu (14/6). Rider asal Yogyakarta itu berhasil jadi pembalap terbaik pada seri tersebut dengan catatan waktu 27 menit 55,32 detik.
Di satu sisi, berdiri di podium tertinggi tak otomatis membuatnya puas seketika. Ramadhipa berambisi prestasi di Estoril akan berlanjut musim ini.
"Kalau target, saya ingin finis di setiap race. Melihat bendera finis itu target utama dan berkembang di balapan demi balapan," ujarnya.
Ramadhipa beralasan, setiap catatan di edisi balap jadi acuan untuk tim sekaligus perkembangannya di level junior. Ramadhipa ingin peningkatan terlihat di setiap edisi.
"Dari setiap sesi itu penting karena harus mengumpulkan data dan perlu improvisasi. Untuk mencapai hasil terbaik tentunya harus ada improvisasi dari motor, mekanik, dan saya sendiri," kata dia.
"Itu target saya agar bisa meningkatkan diri untuk balapan-balapan berikutnya. Seperti itu," ia menambahkan.
Hasil gemilang di Estoril mendongkrak posisi Ramadhipa di klasemen. Saat ini, dirinya berada di peringkat kedua dengan 51 angka, berselisih tujuh poin dari pembalap CFMoto Aspar Junir, Giulio Pugliese.
(ikw/ptr)