Kisah Mita Yulian, Gadis Indonesia Jadi Relawan Piala Dunia 2026
Piala Dunia itu candu. Frasa ini mungkin tepat bagi Mita Yulian Sasmita. Setelah terlibat dalam Piala Dunia 2018 dan 2022, kini Mita kembali jadi relawan di Piala Dunia 2026.
Setelah Piala Dunia 2022 di Qatar, Mita sudah menatap Piala Dunia 2026. Ia dengan mantap ingin menjadi relawan kembali. Bahkan ia ingin terus menerus terlibat di sepak bola empat tahunan ini.
"Dari sejak selesai bertugas jadi relawan di Piala Dunia 2022 di Qatar, aku udah bersiap-siap untuk mendaftar lagi sebagai relawan FIFA di Piala Dunia 2026," kata Mita kepada CNN Indonesia.
"Kayaknya sudah jadi semacam salah satu tujuan dalam hidupku untuk terus jadi relawan FIFA sejak pertama kali partisipasi di Piala Konfederasi Rusia 2017 dan Piala Dunia Rusia 2018."
Menjadi relawan Piala Dunia, kata gadis yang pernah menjadi guru bahasa Inggris ini, panggilan masa kecil. Setelah sekali mencoba, Mita malah ingin lagi, lagi, dan lagi.
"Buatku ini lebih ke menghidupkan angan-angan waktu aku kecil, nonton Piala Dunia, terus liat orang-orang yang bawa bendera ke lapangan. Aku suka mikir, 'Mau kerja di Piala Dunia'."
"Jadi ketika akhirnya aku bener-bener bisa berpartisipasi di event ini, tujuanku sesederhana mau memberikan yang terbaik untuk turnamen, memperluas jaringan," katanya.
Sebagai relawan Piala Dunia 2026, Mita tidak mendapatkan benefit berupa uang. Bahkan akomodasi selama Piala Dunia 2026 juga tidak difasilitasi oleh FIFA.
Semuanya ditanggung sendiri. Namun, karena sudah seperti panggilan, Mita tidak merasa terbebani. Ia malah riang gembira menjalani segala kegiatan di Piala Dunia 2026.
Dalam Piala Dunia 2026, tugas utama Mita adalah broadcast services. Ia bertugas menyambut dan memenuhi kebutuhan tim broadcaster, seperti mengantar line up pertandingan.
"Relawan FIFA hanya akan bertugas di satu stadion atau lokasi selama berlangsungnya turnamen. Tahun ini tugasku di broadcast services," ucap mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) ini.
"Tugasnya mulai dari menyambut tim broadcaster serta mendistribusikan perangkat pendukung yang diperlukan, mengantar media partner ke posisi yang telah ditentukan," katanya menjelaskan.
Selain bertugas di Piala Dunia 2026, Mita juga menyempatkan diri nonton pertandingan yang disukainya saat tidak bertugas. Karena itu ia ingin menjadi relawan lagi pada 2030 nanti.
"Piala Dunia 2030!" ucapnya sambil tertawa soal target berikutnya. "Sepertinya aku hanya akan jadi FIFA volunteer saja," kata Mita soal salah satu mimpinya ke depan.
(ikw/abs/nva)