Nelangsa Pemain Timnas Iran Bolak-balik Meksiko-AS: Kami Lelah

CNN Indonesia
Selasa, 16 Jun 2026 21:20 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group G - Iran v New Zealand - Los Angeles Stadium, Inglewood, California, U.S. - June 15, 2026 Iran's Mehdi Taremi, Ramin Rezaeian and Mohammad Mohebbi walk out onto the pitch during the warm up before the mat
Timnas Iran harus bolak-balik Meksiko–AS selama Piala Dunia 2026 karena masalah visa. (REUTERS/DANIEL COLE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemain timnas Iran mencurahkan kondisi fisik yang terkuras habis di Piala Dunia 2026 lantaran tidak bisa menetap di Amerika Serikat.

Timnas Iran diharuskan angkat kaki dari AS sesaat setelah pertandingan melawan Selandia Baru selesai, Selasa (16/6) waktu Indonesia. Tak ada kelonggaran bagi mereka.

"Seharusnya besok pagi pemulihan, dan kemudian kembali ke Tijuana, kemudian kembali lagi ke LA, tetapi sekarang kami harus kembali," kata kapten timnas Iran, Mehdi Taremi dikutip dari The Guardian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara lebih detail, Mohammed Mohebi menjelaskan kondisi fisik yang letih lantaran sehabis bertanding harus langsung melakukan perjalanan jauh.

"Kemarin kami datang, memulai perjalanan pagi hari, dan kami tiba sore hari, dan kami langsung latihan, kami lelah," ucap Mohebi yang mencetak gol kedua Iran ke gawang Selandia Baru

"Anda tahu? Saya pikir seharusnya kami datang ke sini dua hari sebelum pertandingan. Kesepakatan seperti ini, menurut saya tidak adil, kami akan kelelahan, hamstring, punggung, otot gluteal," jelasnya lagi.

Selama Piala Dunia 2026 berlangsung Iran terpaksa harus bolak-balik dari Meksiko ke AS karena pembatasan visa dan penolakan izin tinggal.

Banner Gempita Bola 2026

Semula Iran sudah memilih tempat pemusatan latihan di Tucson, Arizona, namun kemudian rencana itu buyar lantaran tidak mendapat visa. Iran pun harus menjalani pemusatan latihan di Meksiko, tepatnya di daerah Tijuana.

Sudah begitu jelang pertandingan melawan Selandia Baru, timnas Iran juga mengalami keterlambatan. Tidak dijelaskan secara detail problem yang menghambat perjalanan tim, namun disinyalir proses imigrasi jadi penyebab.

"Saya pikir itu tidak bagus untuk sepak bola. Di Piala Dunia, Anda harus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan berikutnya, dan itu memberikan banyak tekanan kepada pemain, staf, dan semuanya," tukas Taremi.

[Gambas:Video CNN]

(nva/nva) Add as a preferred
source on Google