Korea Selatan Boikot Wartawan usai Son Heung Min Disindir
Hubungan antara pemain tim nasional Korea Selatan dan media Korsel di Piala Dunia 2026 sempat memanas setelah sebuah percakapan wartawan yang tidak sengaja terekam siaran televisi menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah wartawan terdengar menyindir kapten timnas Korea Selatan Son Heung Min saat sesi latihan.
"Para pemain Korea Selatan diam-diam memboikot media domestik setelah sebuah rekaman audio yang bocor berisi komentar mengejek yang ditujukan kepada kapten Son Heung Min," tulis media Vietnam, VN Express.
"Insiden itu terjadi selama sesi latihan terbuka Korea Selatan di Guadalajara, Meksiko, pada 7 Juni, lima hari sebelum kemenangan pertandingan pembuka mereka melawan Republik Ceko di Piala Dunia 2026, yang dimenangkan Korea Selatan dengan skor 2-1," tulis VN Express.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka mempertanyakan alasan Son memimpin latihan tim dengan komentar bernada sinis. Tak berhenti di situ, terdengar pula ucapan yang dianggap merendahkan para pemain terkait status wajib militer mereka.
Komentar tersebut diduga merujuk pada keringanan wajib militer yang diterima sejumlah pemain Korea Selatan setelah meraih medali emas di Asian Games 2018.
Meski mendapat pengecualian dari tugas militer penuh, Son sebenarnya tetap menjalani pelatihan dasar militer selama beberapa pekan sesuai ketentuan yang berlaku.
Video percakapan wartawan itu kemudian menyebar luas dan memicu reaksi keras. Banyak penggemar menilai komentar tersebut tidak profesional dan tidak menghormati jasa para pemain yang telah mengharumkan nama negara.
Tak lama setelah insiden tersebut mencuat, para pemain timnas Korea Selatan dikabarkan sepakat untuk memboikot media Korsel.
Mereka menolak memberikan wawancara kepada wartawan Korea Selatan sebagai bentuk protes atas perlakuan yang mereka terima.
Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) juga mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. KFA menyesalkan atas komentar tidak pantas yang disampaikan oleh beberapa wartawan selama sesi latihan tim di Guadalajara.
"Dengan rasa tanggung jawab mewakili Korea Selatan di Piala Dunia, Taegeuk Warriors melakukan yang terbaik untuk memenuhi dukungan dan harapan masyarakat. Namun, bocornya percakapan yang tidak pantas antara beberapa staf media di tempat latihan telah menyebabkan kejutan dan kekecewaan besar bagi seluruh tim," tulis KFA dalam pernyataan resminya yang dikutip VNExpress.
Dampak insiden ini juga berujung pada pengunduran diri kepala pers rombongan media Korea Selatan yang meliput Piala Dunia 2026. Ia memilih mundur karena merasa bertanggung jawab atas kegaduhan yang terjadi.
Belakangan, kepala pers yang baru menyampaikan permintaan maaf kepada para pemain. Son Heung Min disebut telah menerima permintaan maaf tersebut secara pribadi.
Namun, terkait apakah seluruh pemain Korsel akan mengakhiri boikot terhadap media domestik, hingga kini belum ada kepastian.
Tim media KFA juga dikabarkan telah mengadakan pertemuan dengan media Korsel di markas mereka di Meksiko. Jurnalis ESPN Meksiko, Jesus Bernal, mengatakan bahwa semua wartawan asing diminta untuk meninggalkan ruangan dan hanya wartawan Korea yang tetap tinggal.
"Kami sangat bingung ketika diminta untuk pergi. Kemudian kami mengetahui bahwa petugas media KFA sedang terlibat adu mulut sengit dengan wartawan lokal. Ketegangannya sangat terasa," kata Jesus Bernal.
(rhr/rhr/sry) Add
as a preferred source on Google