Presiden FIFA Puji Tinggi Iran, Redam Ketegangan Usai Diusir dari AS
Presiden FIFA Gianni Infantino langsung mengunjungi ruang ganti timnas Iran usai laga perdana menghadapi Selandia Baru dalam laga Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Selasa (16/6) pagi atau Senin (15/6) malam waktu setempat.
Setelah bermain imbang 2-2 kontra Selandia Baru, Iran harus segera meninggalkan AS dan menuju kamp pelatihan di Tijuana, Meksiko. Padahal, setiap tim umumnya menetap satu hari setelah laga demi menjaga kebugaran para pemain.
Akan tetapi Team Melli, julukan Iran, mendapat perlakuan berbeda dari Amerika. Alasan di balik ini tentu saja lantaran konflik Iran dengan AS dan sekutunya, Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Infantino memberi pemahaman kepada para penggawa Iran termasuk kepala pelatih, Amir Ghalenoei. Kalimat yang dilontarkan Presiden FIFA tersebut bertujuan untuk meredam ketegangan yang ada.
"Kalian telah menunjukkan kepada keluarga, teman, rakyat, dan dunia bahwa kalian berada di Piala Dunia, bahwa kalian berprestasi dan masih ada dua pertandingan lagi," ujar Infantino.
"Dalam dua pertandingan ini kalian akan kembali membuat semua orang di dunia bangga dengan apa yang kalian lakukan. Terima kasih telah berada di sini," tambahnya.
Infantino melanjutkan dengan sederet motivasi agar Mehdi Taremi dan kawan-kawan menerima suntikan mental menatap apa yang sedang dialami mereka saat ini.
"Ini juga merupakan emosi yang sangat besar. Saya tahu apa yang kalian alami, saya mengerti, tetapi kalian lebih kuat dari segalanya. Kalian mengirimkan pesan yang kuat kepada seluruh dunia. Kalian menyatukan seluruh stadion di sini, kalian menyatukan seluruh stadion di belakang kalian, di belakang Tim Melli," lanjut Infantino.
"Izinkan saya mengatakan satu hal lagi: ini baru permulaan Piala Dunia. Kalian sedang menulis sejarah, seluruh dunia sedang menyaksikan kalian. Teruslah bermain dengan sepenuh hati, untuk orang-orangmu, keluargamu, untuk para penggemarmu, dan untuk semua orang di dunia yang jatuh cinta pada Tim Melli. Kamu lebih kuat dari segalanya," sambung pria berusia 56 tahun itu.
Selain dipaksa pergi lebih cepat oleh pemerintah AS, Iran telah mengalami berbagai hal kontroversial pada Piala Dunia 2026. Mulai dari markas latihan yang semula berada di Negeri Paman Sam, harus puas bergeser ke Meksiko.
Sebanyak 11 staf pelatih visanya ditolak masuk AS. Iran juga tidak dibersamai tim media, beberapa tim analis, dan ketua federasi sepakbola Iran (FFIRI), Mehdi Taj.
"Ini tidak baik untuk sepak bola. Di Piala Dunia, kami harus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan berikutnya, yang merupakan tekanan besar bagi para pemain dan staf, dan semua orang. Tapi kami tidak mendapat dukungan itu dan FIFA harus lebih membantu kami dari ini. Mari kita lihat apa yang akan terjadi di masa depan," kata striker Iran, Taremi.
"Seharusnya, besok pagi istirahat, lalu kami terbang ke Tijuana, lalu kami kembali ke LA lagi, tetapi sekarang kami harus kembali," pungkas eks bomber Inter Milan tersebut.
(afr/abs) Add
as a preferred source on Google
