Pelatih Sebut Iran Paling Tertindas di Piala Dunia usai Diusir dari AS

CNN Indonesia
Rabu, 17 Jun 2026 18:55 WIB
Pelatih Iran Amir Ghalenoei protes kepada FIFA. (REUTERS/Lisi Niesner)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih timnas Iran Amir Ghalenoei blak-blakan jika timnya jadi yang paling tertindas pada Piala Dunia 2026 lantaran diusir oleh Amerika Serikat (AS) usai melakoni laga perdana menghadapi Selandia baru.

Baru-baru ini, Iran kembali menjadi korban ketidakadilan Amerika. Setelah Iran bermain imbang 2-2 dengan Selandia Baru di Stadion Los Angeles, Selasa (16/6) pagi atau Senin (15/6) malam waktu setempat, Team Melli langsung dipaksa meninggalkan kawasan AS.

"Kami diminta untuk naik pesawat dan kembali ke kamp kami di Tijuana dan kami sangat terganggu oleh hal itu. Mereka memaksa kami untuk kembali lebih awal. Mereka membuat situasi semakin sulit, semakin banyak rintangan, tetapi kami tidak akan membiarkan hal itu menghentikan kami untuk melakukan yang terbaik," ujar Amir Ghalenoei dikutip dari The Guardian.

"Kami tidak tahu mengapa mereka memulangkan kami. Ini sangat aneh. Sepertinya orang lain yang merencanakan untuk kami. Kami seharusnya tiba dua malam sebelum pertandingan tetapi mereka tidak mengizinkannya. Kami juga seharusnya tinggal di sini malam ini untuk memulihkan diri dan kembali besok siang," tambah juru latih timnas Iran itu.

Lantas dari sederet kontroversi terbaru, Amir menegaskan Iran jadi tim yang paling tertindas. Hal itu diungkapkan langsung di depan Presiden FIFA Gianni Infantino.

"Tim kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia. Federasi kami tidak ada di sini, media kami tidak ada di sini, manajemen kami tidak ada di sini," kata Ghalenoei.

Padahal, setiap tim umumnya menetap satu hari setelah laga demi menjaga kebugaran para pemain. Akan tetapi Team Melli mendapat perlakuan berbeda dari Amerika. Alasan di balik ini tentu saja lantaran konflik Iran dengan AS dan sekutunya, Israel.

Presiden FIFA Gianni Infantino sontak mengunjungi ruang ganti Iran usai laga perdana menghadapi Selandia Baru. Infantino memberi pemahaman kepada para penggawa Iran termasuk kepala pelatih, Amir Ghalenoei. Kalimat yang dilontarkan Presiden FIFA tersebut bertujuan untuk meredam ketegangan yang ada.

"Kalian telah menunjukkan kepada keluarga, teman, rakyat, dan dunia bahwa kalian berada di Piala Dunia, bahwa kalian berprestasi dan masih ada dua pertandingan lagi," ujar Infantino.

"Dalam dua pertandingan ini kalian akan kembali membuat semua orang di dunia bangga dengan apa yang kalian lakukan. Terima kasih telah berada di sini," tambahnya.

Infantino melanjutkan dengan sederet motivasi agar Mehdi Taremi dan kawan-kawan menerima suntikan mental menatap apa yang sedang dialami mereka saat ini.

"Ini juga merupakan emosi yang sangat besar. Saya tahu apa yang kalian alami, saya mengerti, tetapi kalian lebih kuat dari segalanya. Kalian mengirimkan pesan yang kuat kepada seluruh dunia. Kalian menyatukan seluruh stadion di sini, kalian menyatukan seluruh stadion di belakang kalian, di belakang Tim Melli," lanjut Infantinno.

"Izinkan saya mengatakan satu hal lagi: ini baru permulaan Piala Dunia. Kalian sedang menulis sejarah, seluruh dunia sedang menyaksikan kalian. Teruslah bermain dengan sepenuh hati, untuk orang-orangmu, keluargamu, untuk para penggemarmu, dan untuk semua orang di dunia yang jatuh cinta pada Tim Melli. Kamu lebih kuat dari segalanya," sambung pria berusia 56 tahun itu.

Selain dipaksa pergi lebih cepat oleh pemerintah AS, Iran telah mengalami berbagai hal kontroversial pada Piala Dunia 2026. Mulai dari markas latihan yang semula berada di Negeri Paman Sam, harus puas bergeser ke Meksiko.

Sebanyak 11 staf pelatih, visanya ditolak masuk AS. Iran pun juga tidak dibersamai tim media, beberapa tim analis, dan ketua federasi sepakbola Iran (FFIRI), Mehdi Taj.

"Ini tidak baik untuk sepak bola. Di Piala Dunia, kami harus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan berikutnya, yang merupakan tekanan besar bagi para pemain dan staf. dan semua orang. Tapi kami tidak mendapat dukungan itu dan FIFA harus lebih membantu kami dari ini. Mari kita lihat apa yang akan terjadi di masa depan," kata striker Iran, Taremi.

"Seharusnya, besok pagi istirahat, lalu kami terbang ke Tijuana, lalu kami kembali ke LA lagi, tetapi sekarang kami harus kembali," pungkas eks penyerang Inter Milan tersebut.

(afr/afr/rhr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK