Menlu AS Didesak Bantu Visa Ibunda Kiper Cape Verde
Anggota Partai Demokrat mendesak Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengizinkan ibunda kiper Cape Verde, Vozinha, mendapatkan visa AS untuk menonton Piala Dunia 2026.
Ana Candida Evora terpaksa menunda mimpi untuk menyaksikan putranya, Vozinha, tampil di Piala Dunia 2026 untuk kali pertama bersama Cape Verde.
Vozinha menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian usai tampil impresif di bawah mistar gawang Cape Verde saat menghadapi salah satu kandidat juara, Spanyol.
Aksi gemilang Vozinha di bawah mistar gawang Cape Verde benar-benar membuat para pemain Spanyol frustrasi dan harus puas bermain imbang tanpa gol.
Selepas pertandingan, pemain yang bernama lengkap Josimar Dias itu menangis tersedu-sedu selepas pertandingan tuntas.
Vozinha kemudian mengungkapkan alasannya menangis setelah baru saja tampil brilian saat melawan Spanyol. Ia sedih tak bisa membawa ibunya ke AS karena uangnya tak cukup membayar visa.
"Ibu Saya tidak bisa datang ke sini karena masalah visa. Uang untuk membayar visa tak bisa kami kumpulkan tepat waktu, dan saya ingin dia ada di sini," ujarnya.
Kisah sedih Vouzinha mendapat reaksi dari banyak pihak, termasuk pimpinan Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat, Hakeem Jeffries.
"Tidak ada seorang ibu yang harus melewatkan kesempatan menyaksikan anaknya membuat sejarah," kata Jeffries di media sosial.
"Saya telah meminta Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk melakukan segala daya upaya untuk memastikan bahwa dia dapat menghadiri pertandingan berikutnya pada hari Minggu," ujar Jeffries menambahkan.
Aljazeera melaporkan, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan tidak ada catatan Evora mengajukan visa. Namun, ia menegaskan Washington akan secara aktif membantu layanan visa keluarga pemain.
"Saya ingin dia berada di sini," ujar pejabat tersebut.
Setelah sukses menahan imbang Spanyol tanpa gol, Cape Verde bakal menghadapi Uruguay pada laga kedua Grup H di Stadion Miami, Minggu (21/6).
(jun/jun/wiw)