AS Jawab soal Timnas Iran Dipaksa Pergi usai Lawan Selandia Baru
Pihak Amerika Serikat merespons keluhan timnas Iran terkait harus angkat kaki dari Negeri Pam Sam usai melakoni pertandingan di Piala Dunia 2026.
Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, Andrew Giuliani menyebut pihaknya sudah menjelaskan soal rencana itu sejak awal.
"Kami sudah menjelaskan bahwa ini adalah prosesnya," ucap Giuliani seperti dilansir dari Los Angeles Daily News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Giuliani pun menjelaskan soal waktu skuad Iran datang dan pulang setelah melakoni sebuah pertandingan. Kedatangan Team Melli diatur H-1 pertandingan lalu pulang pada malam hari untuk kembali ke Tijuana, Meksiko setelah berlangsungnya pertandingan di Piala Dunia 2026.
"Tim akan diizinkan masuk satu hari sebelum pertandingan. Mereka akan diminta untuk meninggalkan AS pada hari pertandingan berakhir, jadi pada malam hari [setelah] pertandingan," kata Giuliani.
"Mereka dapat melakukannya di Los Angeles. Mereka akan bisa melakukannya lagi di Seattle," katanya melanjutkan.
Sebelumnya, pelatih Iran, Amir Ghalenoei mengeluhkan perlakuan yang didapat timnya di AS. Sang pelatih mengaku tidak senang karena dipaksa secepatnya meninggalkan AS setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru di Grup G, Selasa (16/6) pagi atau Senin (15/5) malam waktu setempat.
Semula, Iran merencanakan untuk kembali ke Meksiko satu hari setelah pertandingan atau pada Selasa waktu setempat. Namun, rencana itu urung terjadi karena instruksi untuk langsung meninggalkan AS setelah pertandingan.
"Kami menghabiskan begitu banyak waktu di udara untuk perjalanan pulang pergi, mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk beristirahat," kata Ghalenoei melalui penerjemah seperti dilansir dari ESPN.
"Setelah pertandingan hari ini, mereka berkata kepada kami, 'Kalian harus segera pergi.'"
(jal/nva) Add
as a preferred source on Google