FIFA Deteksi 5,5 Juta dan Hapus 530 Ribu Ujaran Kebencian di Medsos

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 04:40 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group K - Portugal v DR Congo - Houston Stadium, Houston, Texas, U.S. - June 17, 2026 Portugal's Cristiano Ronaldo and DR Congo's Chancel Mbemba react IMAGN IMAGES via Reuters/Troy Taormina
FIFA menghapus ratusan ribu ujaran kebencian di media sosial pada pekan Piala Dunia 2026. (IMAGN IMAGES via Reuters/Troy Taormina)
Jakarta, CNN Indonesia --

FIFA mengumumkan bahwa pihaknya menemukan sekitar 5,5 juta ujaran kebencian meledak di media sosial (medsos) selama Piala Dunia 2026.

Penemuan 5,5 juta ujaran kebencian tersebut yang tersebar di berbagai media sosial tersebut dideteksi FIFA melalui sistem pertahanan digital bernama FIFA Social Media Protections Service (SMPS).

Sejak digunakan dalam Piala Dunia 2022, analisis SMPS telah menghilangkan lebih dari 30 juta unggahan bernada kasar yang ditujukan kepada pemain, pelatih, dan stake holder sepak bola. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari analisis SMPS pula diumumkan bahwa selama Piala Dunia 2026, sejak dibuka pada 11 Juni, ada peningkatan lima kali lipat ujaran kebencian di media sosial dari 50 bahasa dibanding 2022.

Setelah ditinjau secara saksama oleh SMPS yang dibantu dengan artificial intelligent atau akal imitasi, FIFA memutuskan untuk menghapus 530 ribu konten negatif.

Hanya dalam sepekan Piala Dunia 2026, konten-konten yang diajukan FIFA ke platform media sosial telah melebihi edisi Piala Dunia 2022. Pada empat tahun lalu FIFA menghapus 287 ribu konten. 

"Ujaran kebencian tidak memiliki tempat di sepak bola atau masyarakat. Kami menegaskan kembali komitmen tanpa henti kami untuk memberantas pelecehan diskriminatif dalam segala bentuknya."

"Ketika pemain, pelatih, dan wasit menjadi sasaran, itu adalah serangan terhadap sepak bola itu sendiri," kata Infantino dilansir dari laman resmi FIFA pada Jumat (19/6) pagi WIB. 

Banner Gempita Bola 2026Banner Gempita Bola 2026 Foto: CNNIndonesia/Alya Hendrahmi

[Gambas:Video CNN]

(abs) Add as a preferred
source on Google