Pelatih Iran Memanggil Peserta Piala Dunia 2026 Suarakan Ketidakadilan

CNN Indonesia
Senin, 22 Jun 2026 05:03 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Iran Press Conference - Los Angeles Stadium, Inglewood, California, U.S. - June 14, 2026 Iran coach Amir Ghalenoei during a press conference REUTERS/Lisi Niesner
Pelatih Iran Amir Ghalenoei meminta pelatih Piala Dunia 2026 menyuarakan situasi yang dialami Iran. (REUTERS/Lisi Niesner)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amir Ghalenoei berharap pelatih-pelatih Piala Dunia 2026 menyuarakan ketidakadilan yang dihadapi Iran dari Amerika Serikat (AS).

Iran menjadi tim paling menderita di Piala Dunia 2026. Meski bertanding di Amerika Serikat, Iran terpaksa tinggal di Meksiko. Ini terjadi karena AS tak menerima Iran di wilayahnya.

Pada pertandingan pertama, melawan Selandia Baru, Iran tiba di AS hanya beberapa jam sebelum pertandingan. Begitu selesai laga, Iran diminta langsung meninggalkan AS. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran mengeluhkan situasi ini kepada Gianni Infantino, Presiden FIFA. Infantino berjanji FIFA akan memberikan fasilitas lebih baik kepada Iran untuk laga selanjutnya.

Menjelang laga melawan Belgia, Iran mendapat waktu lebih baik. Mehdi Taremi dan kawan-kawan bisa berada di AS sehari menjelang laga, tetapi tidak dalam tempo 24 jam.

Iran hanya diberi waktu 16 jam sebelum laga berada di wilayah AS. Sudah begitu Iran mendapat pengawasan ketat dari pihak AS selama masa persiapan pertandingan. 

Ghalenoei mengatakan, Iran berharap solidaritas dari 47 tim Piala Dunia lainya. Ia berharap mereka menyuarakan kondisi yang dialami Iran dalam Piala Dunia 2026 ini. 

"Saya meminta kepada 47 pelatih lainnya, dan tidak satu pun dari mereka yang menjawab saya," kata Ghalenoei soal situasi Iran di Piala Dunia 2026, dilansir dari Yahoo News.

"Kami di sini untuk sepak bola, bukan politik, dan kita menegaskan itu lagi. Keluhan kita adalah tentang cara mereka [Amerika Serikat] memperlakukan kami," katanya.

Banner Gempita Bola 2026

Ghalenoei sadar bahwa saat ini semua tim dalam kondisi fokus dalam turnamen, tetapi Iran berharap tidak berdiri sendiri. Ia berharap tim lainnya juga menyuarakan kondisi Iran.

"Saya belum mendengar apa pun dari pelatih lain, dan saya yakin mereka sibuk mempersiapkan tim mereka sendiri dan kita tidak pernah mengharapkan mereka untuk bereaksi."

"Namun, jika saya melihat tim lain diperlakukan seperti kita, saya akan mengatakan sesuatu," ucap Ghalenoei soal situasi tidak nyaman yang sedang dihadapi Iran sendirian. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/nva) Add as a preferred
source on Google