Lumumba Vea si Suporter Patung 90 Menit Akhirnya Hadir di Piala Dunia

CNN Indonesia
Rabu, 24 Jun 2026 13:12 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group K - Colombia v DR Congo - Estadio Guadalajara, Guadalajara, Mexico - June 23, 2026 DR Congo fan Michel Nkuka Mboladinga, also known as Lumumba Vea in the stands during the match REUTERS/Daniel Becerril
Lumumba Vea akhirnya hadir di Piala Dunia saat RD Kongo bentrok dengan Kolombia di Meksiko. (REUTERS/Daniel Becerril)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suporter RD Kongo, Michel Nkuka Mboladinga atau Lumumba Vea hadir dalam pertandingan Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026.

Lumumba hadir di Stadion Guadalajara, Meksiko, Selasa (23/6) atau Rabu (24/6) WIB. Kehadiran Lumamba jadi perhatian karena hal ini fenomena baru di Piala Dunia.

Tampil dengan jas merah dan pantalon biru, pria 49 tahun itu berdiri di sebuah podium dan mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi. Ia mematung selama 90 menit. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini dimulai," tulis Lumumba Vea di Instagram miliknya.

Lumumba Vea merupakan suporter ikonik dari RD Kongo karena mematung selama pertandingan berlangsung. Hal lain sebagai daya tariknya adalah meniru cara berpakaian Patrice Emery Lumumba, perdana menteri pertama RD Kongo.

Sudah lebih dari satu dekade Lumumba Vea melakukan hal tersebut. Sejak 2013, dirinya hadir di pertandingan RD Kongo dan melakukan gestur demikian.

[Gambas:Instagram]

Inspirasi dalam gesturnya adalah patung Patrice Lumumba di Kinshasa, ibukota RD Kongo. Sosoknya tenar ketika hadir di pertandingan tim nasional negaranya di Piala Afrika 2025.

Namun ketika RD Kongo kalah lawan Aljazair di Piala Afrika 2025, Lumamba Vea tak kuasa menahan tangis dan sempat ambruk. Momen ini jadi sorotan di media sosial.

Banner Gempita Bola 2026

Dalam berbagai laporan, Lumumba Vea mengaku rutin berlatih meniru gestur Patrice Lumumba sebelum tampil di tribune. Rata-rata latihannya dilakukan selama 45 hingga 50 menit.

Adapun alasan Lumumba Vea melakukan hal demikian sebagai simbol penghormatan terhadap tokoh penting dari negaranya. Terlebih RD Congo memiliki cerita panjang hingga bisa eksis sebagai negara merdeka hingga saat ini.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/dal) Add as a preferred
source on Google