Prestasi dan Sertifikat Jadi Magnet Atlet Pencak Silat Piala Presiden

CNN Indonesia
Sabtu, 27 Jun 2026 12:44 WIB
Kontingen asal Jember rela datang dari jauh demi meraih prestasi akademik di masa depan. (CNN Indonesia/Askar Fatih Robbani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, jadi magnet ribuan pesilat muda.

Tak sekadar memburu gelar juara, turnamen bergengsi ini dimanfaatkan para peserta sebagai ladang berburu sertifikat non-akademik demi mempermudah jalur masuk ke sekolah lanjutan.

Ajang yang diinisiasi CNN Indonesia bersama PB IPSI ini diikuti sekitar 2.000 pesilat dari berbagai daerah yang bersaing di kategori tanding dan seni, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK. 

Bagi para orang tua dan pembina, status turnamen yang memperebutkan Piala Presiden, menjadi daya tarik. Pasalnya, sertifikat tingkat nasional dari ajang resmi memiliki bobot poin sangat tinggi.

Bobot poin yang dimaksud adalah dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jalur Prestasi. Oleh karena itu para atlet-atlet muda ini ingin mengoleksi sertfikatnya.

Perwakilan kontingen Pencak Organisasi (PO) Cabang Jember, Nurhayati mengungkapkan bahwa sertifikat dari ajang ini sangat krusial untuk masa depan pendidikan anak-anak didiknya.

Melalui sertifikat resmi tersebut, peluang para atlet muda untuk menembus sekolah favorit lewat jalur non-akademik akan terbuka lebar. Karier mereka dalam penak silat pun terjaga.

"Jadi kemarin itu yang didaftarkan untuk dari kontingen memang dari perguruan, dari Pencak Organisasi Cabang Jember," ujar Nurhayati kepada CNN Indonesia, Sabtu (27/6).

"Cuma nanti biasanya itu untuk di sertifikat atas nama sekolah, diminta karena untuk mendaftarkan ke sekolah berikutnya itu biar dapat poin juga gitu lho," ujarnya.

Nurhayati menjelaskan, poin prestasi dari kejuaraan sangat berguna berjenjang. Mulai dari tingkat dasar yang ingin masuk ke SMP, tingkat menengah ke SMA, bahkan hingga perguruan tinggi.

"Nia ke SMA, Cantika juga. Zafran yang dari SD mau ke SMP itu bisa dihitung prestasi non-akademik, makanya di sertifikat nanti bisa ditulis nama sekolahnya," tambah pelatih PO Jember ini. 

Tingginya nilai manfaat dari sertifikat ini membuat para peserta rela menempuh perjalanan jauh. Kontingen PO Jember misalnya, harus menempuh perjalanan darat menggunakan bus.

Gengsi turnamen yang masif dan disiarkan di televisi juga menjadi pelecut semangat yang luar biasa bagi para atlet muda daerah. Cantika mengaku sangat termotivasi tampil di kejuaraan ini.

"Sebenarnya sudah sering [turnamen] kayak di Malang, di Lumajang, Banyuwangi, tapi ini kan kayak besar-besaran gitu event-nya jadi kayak nambah motivasi," tutur Cantika. 

[Gambas:Video CNN]

(sry/afr/abs)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK