Ayat-ayat Cinta Ronaldo-Messi dan Anarkisme Mbappe-Haaland

CNN Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026 09:01 WIB
Ronaldo dan Messi memperlihatkan rasa cinta yang begitu mega di Piala Dunia 2026. (AFP PHOTO/Paul Ellis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua megabintang, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, memperlihatkan magisnya belum luntur di Piala Dunia 2026, kendati usia tak muda lagi.

Seperti empat tahun lalu atau bahkan delapan tahun lalu, dua poros prestasius ini tetap jadi sorotan di Piala Dunia 2026. Media sosial pun tetap riuh membandingkan.

Seperti sebuah novel tetralogi, belum diketahui apakah adicerita Messi sudah di buku ketiga atau keempat. Mungkin Messi sudah di senja karier, tetapi belum paripurna.

CR7 pun layaknya serial film perjuangan. Belum bisa disimpulkan apakah Piala Dunia 2026 sekuel penutup atau malah prekuel menuju klimaks untuk membuat kejutan besar.

Messi membuka kisah Piala Dunia 2026 dengan trigol. Ia menangis. Lantas terungkap sang ayah sedang dirawat di rumah sakit saat pertandigan melawan Aljazair.

Laga berikutnya, Messi mencipta dwigol ketika melawan Austria setelah sempat gagal sebagai algojo penalti. Messi memecahkan rekor dunia menjelang ulang tahun ke-39.

Adapun Ronaldo mengawali pesta sepak bola sejagat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini dengan tumpul. Ronaldo dicap egois; kemaruk; loba; tamak; rakus; serakah. Negatif semua.

Namun di laga kedua, Ronaldo menunjukkan bahwa sisi kepahlawanan miliknya masih ada. Ronaldo mencetak dua gol, membungkam kritik sekaligus mengantar Portugal meraih kemenangan.

Satu sikap yang sama ditunjukkan Messi dan Ronaldo atas situasi-situasi itu, cinta. Yang diperlihatkan adalah rasa cinta akan sepak bola, rasa cinta pada negara. Nasionalisme.

Keduanya menunjukkan rasa cinta yang megah di Piala Dunia 2026. Tanpa cinta yang begitu mega, tak mungkin performa mereka berada pada level yang sangat tinggi.

Pada saat yang sama ada Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang juga istimewa. Bakat keduanya tak diragukan. Saat ini Haaland dan Mbappe sedang mengukir wiracerita yang tak kalah epik.

Bedanya, yang sudah senja mempertontonkan cinta, yang muda melakukan anarkisme. Mbappe dan Haaland sama-sama menunjukkan performa yang liar di atas lapangan.

Siapakah yang akan menggubah kisah manis di akhir Piala Dunia 2026? Yang pasti, adicerita Messi-Ronaldo akan abadi dan epos Mbappe-Haaland bakal merusak tatanan.

(abs/jal)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK