PIALA DUNIA 2026

Tatap Babak 32 Besar, Pelatih Jepang Ungkit Kemenangan 3-2 atas Brasil

CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 13:43 WIB
Pelatih Timnas Jepang Hajime Moriyasu bicara soal lawan Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (REUTERS/THAIER AL-SUDANI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, menegaskan bahwa timnya bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata oleh Brasil saat kedua tim bentrok pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston, Senin (30/6) mendatang.

Status Samurai Biru sebagai runner-up Grup F diraih setelah mereka bermain imbang 1-1 melawan Swedia di Dallas, Kamis (25/6). Hasil tersebut meloloskan Jepang ke fase gugur mendampingi Belanda yang keluar sebagai juara grup.

Moriyasu mengingatkan bahwa Jepang punya modal berharga berkat kemenangan bersejarah 3-2 atas Brasil dalam laga uji coba di Tokyo, Oktober tahun lalu. Hasil itu menjadi kemenangan pertama Jepang atas sang pemilik lima trofi Piala Dunia tersebut.

"Terakhir kali, kami membuktikan kepada Brasil bahwa kami bukan tim yang mudah dikalahkan. Itu adalah kemajuan besar bagi kami. Tim Brasil adalah salah satu yang terbaik di dunia dan kami sangat menghormati mereka," ujar Moriyasu dalam konferensi pers, Jumat (26/6) pagi WIB, seperti dilansir The Star.

"Dalam pertandingan nanti, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kami juga memiliki peluang untuk menang," tambahnya optimistis.

Dalam laga penentu melawan Swedia, Jepang sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Daizen Maeda sebelum akhirnya kebobolan beberapa menit kemudian.

Banner Gempita Bola 2026 Foto: CNNIndonesia/Alya Hendrahmi

Moriyasu mengakui lini belakang timnya lengah, namun ia langsung merespons taktik secara pragmatis demi mengamankan tiket lolos ke.babak 32 besar Piala Dunia 2026

"Kami kebobolan, dan dalam dunia sepak bola, hal seperti itu biasa terjadi," kata Moriyasu. Setelah skor imbang, ia sengaja memasukkan pemain-pemain bertahan demi mempertahankan satu poin krusial tersebut.

Keberhasilan Jepang melaju ke babak sistem gugur dinilai Moriyasu sebagai bukti nyata dari pertumbuhan sepak bola di negaranya, sekaligus menjadi representasi kebangkitan sepak bola Asia di panggung dunia.

Nada optimistis juga dilontarkan kiper Jepang, Zion Suzuki. Menurutnya, keberhasilan keluar dari tekanan Swedia di babak kedua menjadi suntikan mental yang sangat baik jelang menghadapi raksasa Amerika Selatan, Selecao.

"Babak pertama berjalan sangat ketat. Di babak kedua kami sempat unggul, tetapi setelah mereka menyamakan kedudukan, momentum beralih ke lawan," kata Suzuki, seperti dikutip situs resmi FIFA.

"Meskipun begitu, saya rasa kami berhasil melakukan hal terpenting: meminimalisasi kebobolan, tidak kalah, dan mengamankan poin. Membawa momentum tak terkalahkan ini ke laga melawan Brasil jelas menjadi hal yang positif," tuturnya.

(wiw/nva)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK