Pesilat Ambon Raih Prestasi Perdana di Pencak Silat Piala Presiden
Senyum lebar menghiasi wajah Naura Faila Nursin Sangadji saat turun dari matras pertandingan Kejuaraan Pencak Silat Kejuaraan Nasional Piala Presiden 2026.
Pesilat muda asal Ambon, Maluku, yang akrab disapa Nafa ini sukses menyabet medali emas nomor pemasalan kategori fighter (tanding), Minggu (28/6) siang.
Bagi Nafa, tampil di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, dalam ajang yang diikuti sekitar 2.000 pesilat dari berbagai daerah ini merupakan turnamen perdana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, ini turnamen pertama kali aku banget, first time. Aku juga kaget tiba-tiba bisa [langsung juara]," ujar siswi SMP Global Insani School Bogor tersebut kepada CNN Indonesia.
Karena jadwal yang padat di kelas pemasalan, pesilat yang berdomisili di Bogor ini langsung berlaga pada babak final dan sukses menuntaskan perlawanan musuhnya.
Meski baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi resmi sejak menekuni silat dari kelas empat SD, Nafa menunjukkan kematangan bertanding yang luar biasa.
Sepanjang pertandingan, dara yang mengenakan jilbab ini tampil sangat tenang, bahkan berkali-kali melempar senyum yang membuat lawannya tampak serba salah.
"Intinya kita tidak boleh malu ataupun takut. Terus tetap percaya diri, karena percaya diri itu kunci dari segala sesuatu. Makanya aku senyum terus," kata remaja yang bersiap naik ke kelas 8 SMP ini.
Ketenangan itu berdampak pada performanya di atas matras. Teknik bertahan Nafa yang solid membuat serangan lawan tidak on point, sementara serangan baliknya berbuah poin.
Kendati sempat melakukan beberapa pelanggaran yang berujung pengurangan poin, konsistensi Nafa tidak goyah. Ketegaran itu disokong penuh oleh kehadiran kedua orang tuanya.
"Orang tua suportif banget, mendukung mimpi aku banget. Kesan aku, terima kasih CNN Indonesia sudah mengundang sekolah aku untuk ikut kejuaraan di sini," ujarnya menambahkan.
Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 merupakan kolaborasi antara CNN Indonesia dan PB IPSI yang berlangsung selama empat hari, 25-28 Juni.
(afr/abs/rhr) Add
as a preferred source on Google