Matheus Cunha Ungkap Maksud Sindir Pemain Jepang dengan Gestur 5 Jari
Penyerang tim nasional Brasil, Matheus Cunha, mengungkapkan alasan di balik aksinya mengejek bintang muda Jepang, Kento Shiogai, dengan gesture lima jari dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Sindiran tersebut dilayangkan Cunha menyusul komentar Shiogai yang dinilai meremehkan tim Selecao.
Brasil sukses memetik kemenangan dramatis 2-1 atas Jepang dan lolos ke babak 16 besar. Namun, tensi pertandingan sudah memanas bahkan sebelum peluit dibunyikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :![]() PIALA DUNIA 2026 Pelatih Jepang usai Disingkirkan Brasil: Saya Merasa Hancur |
Adalah Shiogai, pemain berusia 21 tahun yang sempat tampil dari bangku cadangan untuk Samurai Blue di fase grup, menyebut bahwa kekuatan Brasil saat ini sudah tidak lagi menakutkan seperti dahulu kala.
"Brasil dulunya adalah tim raksasa, tapi bagaimana dengan sekarang? Saya tidak banyak mendengar tentang mereka belakangan ini. Saya pikir hanya Prancis dan Argentina yang kuat," ujar Shiogai menjelang laga mengutip Sportskeeda.
Pernyataan tersebut lantas menyulut emosi para penggawa Brasil. Saat pertandingan berlangsung, Cunha yang turun sebagai starter terlihat mengacungkan lima jari tangannya ke arah Shiogai.
Lima jari tersebut merujuk pada rekor lima trofi Piala Dunia yang dimiliki Brasil (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002). Cunha juga sembari memperlihatkan gesture meminta lawan untuk 'tenang'.
Usai laga, penyerang yang kini membela klub Manchester United (MU) tersebut menegaskan bahwa aksinya murni dilakukan demi membela kehormatan negaranya yang telah dilecehkan.
"Saya tidak punya masalah apa pun dengan Jepang, mereka tim yang hebat. Tetapi dia (Shiogai) mengatakan beberapa hal tentang Brasil yang tidak bisa kami terima. Ini soal rasa hormat terhadap kami dan jersey yang kami kenakan," tegas Cunha.
Saat pertandingan, Jepang sebenarnya sempat mengejutkan Brasil setelah unggul lebih dulu lewat gol Kaishu Sano pada menit ke-29. Namun, tim Samba berhasil bangkit membalikkan kedudukan berkat gol Casemiro pada menit ke-56 dan gol Gabriel Martinelli pada masa injury time.
Sementara itu, pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, memberikan pujian tinggi atas performa anak asuhnya. Pelatih asal Italia itu menyebut laga kontra Jepang sebagai penampilan paling lengkap timnya sejauh ini di turnamen. Namun ia juga memuji permainan Jepang.
Dengan hasil ini, impian Brasil untuk menyematkan bintang keenam di seragam mereka masih terjaga. Di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selecao akan menantang pemenang laga antara Pantai Gading melawan Norwegia.
(tim/dal) Add
as a preferred source on Google

