Pelatih Belgia Kecewa Balogun Boleh Main: Seperti April Mop

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 07:35 WIB
Rudi Garcia anggap pencabutan hukuma Folarin Balogun sebagai momen April mop.
Rudi Garcia anggap pencabutan hukuma Folarin Balogun sebagai momen April mop. (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih timnas Belgia, Rudi Garcia, menganggap pembatalan hukuman kartu merah striker Amerika Serikat (AS) Folarin Balogun sebagai lelucon jelang duel kedua tim di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7) pagi WIB.

Publik saat ini dibuat tercengang dengan keputusan mengejutkan FIFA yang mencabut hukuman kartu merah Folarin Balogun.

Balogun dapat kartu merah karena ribut dengan bek Bosnia dan Herzegovina, Tarek Muharemovic, pada menit ke-64, dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026, pekan lalu. Akibat kartu merah langsung itu, Balogun semestinya absen dalam satu pertandingan yang jadi hukuman standar minimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pada Minggu (5/7) waktu setempat, hukuman Balogun dicabut FIFA dan dinyatakan bisa bermain melawan Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7) waktu Indonesia.

"Saya tidak tahu kalau di Piala Dunia, tanggal 5 Juli sebenarnya adalah tanggal 1 April, ini Hari April Mop," kata Garcia dalam konferensi pers Minggu sore.

Melihat keputusan FIFA, Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) membuat pernyataan. RBFA terkejut dengan keputusan FIFA yang dianggap bertentangan dengan pedoman dari badan sepak bola dunia itu sendiri.

"Kami tidak membela tim nasional atau federasi. Kami membela sepak bola," ucap Garcia.

Dikutip dari ESPN berdasarkan laporan ABC, Gadung Putih atau White House terlibat dalam masalah ini. Gedung Putih disebut meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau kembali kartu merah Balogun.

Banner Gempita Bola 2026

Terlebih lagi sebelumnya AS diklaim tidak bisa banding atas kartu merah Balogun. Apabila banding dan tetap dinyatakan bersalah, hukuman Balogun berpotensi ditambah.

[Gambas:Video CNN]

(sry/nva) Add as a preferred
source on Google