ANALISIS

Prancis vs Maroko: Dendam Kesumat Singa Atlas Belum Tuntas

Askar Fatih Robbani | CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 08:10 WIB
Duel Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 bakal seru. (REUTERS/Hannah McKay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duel Prancis vs Maroko dalam perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Jumat (10/7) dini hari WIB ibarat pertarungan dua kutub medan magnet.

Bagi publik Benua Afrika, laga ini membawa ingatan kolektif ke musim dingin di Qatar empat tahun lalu. Momen ketika dongeng indah Maroko dihentikan secara kejam oleh gol cepat Theo Hernandez dan sontekan Randal Kolo Muani.

Kini, waktu seakan melingkar membentuk dejavu. Hanya saja, tajuk pertemuan di Boston bukan lagi sekadar perebutan tiket semifinal biasa, melainkan misi penebusan dosa dan dendam kesumat Singa Atlas yang belum tuntas.

Namun, konstelasi kekuatan sudah jauh bergeser. Timnas Maroko pada edisi 2026 ini bukan lagi tim 'kuda hitam' mengandalkan keberuntungan defensif, melainkan kekuatan baru menuntut rasa hormat dari para raksasa dunia.

Sebab, narasi tim telah sepenuhnya bergeser dari era Walid Regragui ke tangan dingin Mohamed Ouahbi. Pelatih keturunan Belgia-Maroko yang dijuluki 'The Professor' itu menyuntikkan filosofi anyar ke dalam skuad senior.

Rekam jejak Ouahbi bukan kaleng-kaleng. Juru taktik ini adalah sosok di balik layar kesuksesan membawa timnas Maroko U-20 merengkuh takhta juara di Piala Dunia U-20 2025 di Chile.

Jika di Qatar Maroko identik dengan strategi low-block atau pertahanan grendel pasif, di tangan Ouahbi mereka bertransformasi menjadi tim proaktif. Singa Atlas kini fasih mempermainkan penguasaan bola tinggi dan transisi mematikan.

Kombinasi taktik ini terbukti ampuh sepanjang turnamen. Maroko melaju ke perempat final dengan ketangguhan mental luar biasa saat mendepak Belanda lewat adu penalti. Disusul kemenangan meyakinkan 3-0 atas Kanada di babak 16 besar.

Di kubu seberang, Prancis asuhan Didier Deschamps tetap berdiri kukuh sebagai mesin menakutkan. Langkah Les Bleus ke babak 8 besar terhitung mulus tanpa riak berarti setelah mendepak Paraguay dengan tensi permainan tinggi.

Kengerian Prancis terletak pada produktivitas mereka yang sudah mengemas 14 gol sepanjang turnamen. Di ujung tombak, Kylian Mbappe berdiri sebagai predator utama, disokong Ousmane Dembele di sayap kanan serta akselerasi Bradley Barcola atau Desire Doue di kiri.

Belum lagi kehadiran Michael Olise yang dipasang di pos nomor 10. Mengerikannya, kuartet lini serang Les Bleus sering kali tidak pakem di posisi masing-masing dan rajin berotasi. Fleksibilitas tinggi ini siap mengacak-ngacak baris pertahanan lawan.

Lini pertahanan Prancis pun tak kalah solid berkat duet William Saliba dan Dayot Upamecano. Ketangguhan mereka disempurnakan oleh kompatriot di sektor bek sayap, yakni Jules Kounde di kanan serta Lucas Digne atau Theo Hernandez di kiri.

Kedalaman skuad inilah menjelma teror nyata bagi Maroko. Apalagi, bangku cadangan Prancis juga masih menyimpan segudang pemain berkualitas jempolan. Jelas, ini bukan perkara mudah bagi Ouahbi untuk membongkar tim nyaris tanpa celah.

Prancis Gemar Menyerang, Sejauh Mana Maroko Bisa Adang?


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :