PBVSI Senang Megawati Nonton Indonesia vs Korea
Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBVSI, Loudry Maspaitella menyambut baik rencana Megawati Hangestri Pertiwi menonton pertandingan Timnas Voli Putri Indonesia lawan timnas Korea Selatan.
Timnas Voli Putri Indonesia mendapat undangan dari federasi voli Korea Selatan (KOVO) untuk menjalankan tiga laga persahabatan dengan tim putri Negeri Ginseng yang berlangsung pada 23-26 Juli 2026.
Dalam agenda itu, rencananya Megawati Hangestri Pertiwi akan hadir. Bukan sebagai pemain, melainkan menonton pertandingan karena sedang menjalani persiapan bergabung dengan klub Liga Voli Korea, Hyundai Hillstate.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari daftar pemain yang kami kirim ke Korea, nama Mega memang tidak ada di timnas. Tapi kalau Mega datang ke sana [untuk menonton] kami bersyukur," kata Loudry di Bogor, Kamis (9/7).
Megawati sudah mengumumkan mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia pada April 2026. Kendati demikian, PBVSI masih membuka pintu untuk atlet 26 tahun itu.
"Bagaimanapun dia masih bisa bergabung dengan kami. Entah sebagai sparring partner atau apapun. Yang penting dia dalam kondisi fit karena masih bisa jadi andalan di tim putri," ucapnya.
Saat ini, PBVSI sedang memfokuskan Timnas Voli Putri Indonesia untuk sederet turnamen penting seperti SEA V Cup, Asian Volleyball Continental Championships, dan Asian Games.
Loudry berharap para atlet bisa maksimal di semua kompetisi. Terlebih untuk Asian Volleyball Continental Championships sebagai tiket menuju Piala Dunia Voli Wanita 2027 dan Olimpiade 2028.
Untuk lolos ke Piala Dunia Voli Wanita 2027, tim harus finis tiga besar di Asian Volleyball Continental Championships. Sedangkan untuk memperoleh tiket otomatis ke Olimpiade 2028 mesti jadi juara.
"Asian Continental [Championships] itu turnamen kelas satu di Asia. Karena ada negara-negara yang ikut VNL seperti Jepang, China, dan Thailand," ucap Loudry.
Menanggapi soal target, Loudry menyebut delapan besar jadi ambisi untuk tim Merah Putih. Dengan pertimbangan kapasitas tim dan peta persaingan.
"Indonesia harus masuk ke delapan besar. Itu target kasar yang dibebankan ke tim putri senior," ucap Loudry.
(ikw/nva) Add
as a preferred source on Google
